PENAJAM – Sebanyak 1.250 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan langsung tunai (BLT) program terdampak inflasi yang berlangsung di halaman Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam. Penyerahan BLT terdampak inflasi diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU, Hamdam dan didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) Kuncoro, jajaran Inspektorat Prov. Kaltim, perwakilan Dinas Perindagkop Prov. Kaltim dan perwakilan Kejaksaan Negeri Samarinda.
Hamdam dalam penyerahan BLT menyampaikan terkait penyaluran bantuan UMKM yang terdampak inflasi sangat dibutuhkan dan harus tepat sasaran, sehingga masyarakat yang terdampak dapat merasakan bantuan ini, serta pemerintah Kabupaten PPU menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Prov. Kaltim sehingga bantuan kepada masyarakat di Kabupaten PPU dapat terlaksana dan diterima secara langsung.
“BLT ini harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Semoga membantu usaha masyarakat di tengah kondisi dampak inflasi dan pelaku usaha dapat semakin mengembangkan usahanya dari bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah Prov. Kaltim bersama Pemda Kabupaten PPU,” ucapnya.
la juga menerangkan di tengah lahirnya kebijakan pemerintah pusat yang telah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), tentunya terdapat sejumlah persoalan baru. Pasalnya dengan kenaikan harga BBM ini, memicu naiknya harga barang-barang Iain, yang mana kelompok masyarakat menengah ke bawah dan para pelaku usaha mikro Iah yang paling merasakan dampak dari kenaikan inflasi dan harga BBM.
Lebih lanjut, Hamdam mengatakan selain bantuan sosial langsung tunai dari pemerintah pusat, dan pemerintah Prov. Kaltim ini, Pemerintah Daerah Kabupaten PPU juga diwajibkan untuk menganggarkan program perlindungan sosial melalui belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022. Sehingga melalui Dinas KUKMPERINDAG Kabupaten PPU, berupa bantuan inflasi pelaku usaha mikro (BIPUM) kepada 5.400 (lima ribu empat ratus) orang di empat kecamatan se-Kab. Penajam Paser Utara.
“Program bantuan yang diberikan pemerintah ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Kembangkan usaha yang ada dan jangan dibelanjakan dengan barang konsumtif, karena bantuan ini ditujukan untuk mengembangkan usaha para masyarakat di bidang UMKM,” pungkasnya.
Kepala Dinas KUKMPERINDAG, Kuncoro juga mengatakan bantuan langsung tunai yang diterima para masyarakat program terdampak inflasi kepada UMKM ini diberikan secara langsung melalui Bankaltimtara selama tiga hari ke depan sejak tanggal 26 hingga 28 Desember 2022. Bantuan diberikan sebesar Rp.600.000,- ini diberikan di hari pertama sebanyak 500 ratus penerima, di hari kedua sebanyak 500 penerima dan di hari ketiga sebanyak 250 penerima BLT.
“Bantuan yang diberikan pemerintah ini dilakukan dalam rangka membantu pembiayaan masyarakat di bidang UMKM khususnya terdampak inflasi melalui program yang dilakukan oleh pemerintah Prov. Kaltim dan Pemda Kabupaten PPU dengan program bantuan sebelumnya hingga yang dilaksanakan hari ini dengan harapan UMKM yang menerima BLT dapat mengembangkan usahanya,” tutupnya. (Humas13/Humprot/*DiskominfoPPU)
