PENAJAM – Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi ke-2 Tahun 2025 dengan tema “Penguatan Kedaulatan Pangan dan Energi sebagai Pilar Ekonomi Umat Kalimantan Timur”. Kegiatan ini berlangsung pada 7–9 November 2025 di Aula Lantai I Kantor Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Drs.H.Tohar, M.M, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Jenderal MUI Pusat K.H. Dr. Emirsyah Tambunan, MA, Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur K.H. Muhammad Rasyid, serta Ketua MUI Kabupaten Penajam Paser Utara K.H. Abu Hasan Mubarok. Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD, H. Syahrudin M. Noor, SE., M.Si, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama, dan delegasi MUI dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Sekjen MUI Pusat K.H, Dr. Emirsyah Tambunan menyampaikan apresiasi tinggi kepada MUI Provinsi Kalimantan Timur yang secara konsisten menyelenggarakan rapat koordinasi untuk memperkuat ekonomi umat.

“Ini bukan sekadar rapat koordinasi, tetapi momentum untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti berbagai program nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Emirsyah.

Beliau menekankan bahwa tanggung jawab MUI bukan hanya melayani umat (khidmatul ummah), tetapi juga melindungi (himayatul ummah) dan memperkuat umat (tarbiyatul ummah). Ia menyoroti pentingnya kepedulian sosial di tengah kondisi sebagian masyarakat yang masih kesulitan secara ekonomi.

“Kalau ada umat kita yang kesulitan makan, tidak bisa menyekolahkan anaknya, atau bahkan tidur di masjid karena tak punya tempat bernaung, itu menjadi tanggung jawab moral kita semua. Kita wajib hadir dan melindungi mereka,” tegasnya.

Emirsyah juga menekankan bahwa penguatan kedaulatan pangan dan energi menjadi langkah strategis menuju kemandirian ekonomi umat, mengingat Kalimantan Timur memiliki potensi lahan dan sumber daya alam yang luas untuk dikembangkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan MUI Provinsi Kalimantan Timur yang menunjuk Penajam Paser Utara sebagai tuan rumah kegiatan.

“Kami berterima kasih karena Penajam Paser Utara dipercaya menjadi tuan rumah Rakor ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan global, nasional, dan lokal, terutama terkait ketahanan dan kedaulatan pangan,” ujar Tohar.

Ia mengingatkan bahwa krisis pangan global dua tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian pangan. Ia juga mengaitkan tema Rakor dengan kebijakan nasional, termasuk program Makanan Bergizi Gratis serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Kehadiran IKN akan membuka pangsa pasar baru bagi produk pangan lokal. Karena itu, kita harus siap dari hulu ke hilir agar ekonomi umat benar-benar berdaya,” tambahnya.

Tohar juga menyoroti pentingnya pengendalian inflasi daerah dan penguatan rantai pasok komoditas lokal agar sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi umat.

Rapat Koordinasi ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara MUI, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi umat untuk memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kemandirian pangan dan energi.
Selain sesi pleno, kegiatan juga diisi dengan pembahasan program strategis, evaluasi capaian komisi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan ekonomi umat di wilayah Kalimantan Timur.

Dengan semangat kolaborasi dan kemandirian, MUI Kalimantan Timur berkomitmen menjadikan penguatan kedaulatan pangan dan energi sebagai pilar utama ekonomi umat menuju masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.(Wan/*DiskominfoPPU)

By admin

Kasi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kab. Penajam Paser Utara