PENAJAM-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Apresiasi atas dibangunnya Yayasan SanSis Children Village yang akan menjadi Sarana Pusat Pembelajaran dalam Kampung Inggris serta sarana Edukasi di Wilayah PPU, demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU Drs Alimuddin MSi, saat melakukan peletakan batu pertama, MOu, Prasasti Central Kampung Inggris dan Kreativitas Masyarakat, “SanSis Children Village,” berlangsung di area SanSis Children Village, Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, Senin (16/3).

Hadir di acara tersebut antara lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (diskominfo) Kabupaten PPU Budi santoso, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU Firmasyah, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU Hj. Andi Israwati, Camat Penajam Pang Irawan, Lurah Lawe-lawe Mardhani, Ketua Yayaysan Kampung Ingris Siska, Perwakilan GM Pertamina RU V Balikapapan Cecep ditandai peletakan batu pertama oleh Kepala Disdikpora Alimuddin didampingi pejabat yang hadir.

“Dibangunnya Yayasan Sansis Children Village diharapkan dapat memberikan manfaat positif dan menjadi salah satu sarana belajar dan pengembangan yang bernuansa Kampung Inggris sebagai wadah pembelajaran Bahasa Inggris, mengingat dalam dunia modern saat ini sudah menjadi salah satu bahasa wajib dalam dunia pergaulan internasional yang bisa diterapkan pada anak-anak sejak dini tentang pentingnya menguasai bahasa Inggris,” jelas Alimuddin.

Menurutnya, selain diperoleh dari pembelajaran sekolah juga dapat dikembangkan diluar pendidikan sekolah seperti dalam kampung Inggris ini, baik anak-anak maupun orang dewasa, keberhasilan dan hadirnya yayasan ini adalah salah satu bentuk Partisipasi Pertamina yang didukung seluruh masyarakat, termasuk dukungan Moril sehingga dapat memberikan beragam manfaat sosial yang bisa dirasakan langsung oleh Masyarakat sekitar Perusahaan.

Pertamina RU V kata dia telah beberapa kali menyalurkan CSR nya melalui pelaksanaan sejumlah kegiatan sosial lain dan tak terkecuali dalam pendirian Yayasan Sansis Children Village yang berfokus pada sarana edukatif dalam kampung inggris dan tempat pelatihan kreativitas kemasyarakatan serta beragam kegiatan edukatif lainnya.

“ Semoga dengan hadirnya Yayasan Sansis Children Village dalam nuansa edukasi dan pengembangan keterampilan bahasa dalam kampung inggris ini akan menjadi perhatian dan semagat bagi warga sekitar, karena semua elemen juga mempunyai peran dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang lebih baik melalui pengembangan skill maupun soft skill seperti kemampuan berbahasa Internasional serta pengembangan Kreativitas seiring dengan sejumlah kemajuan dan perubahan yang semakin terlihat di Kabupaten PPU ini.”Harapnya.

JM Pertamina RU V Balikpapan diwakili Cecep menambahkan Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang Industry Migas, juga memliki tanggung jawab sosial untuk masyarakat di sekitar operasinya dengan mengedepankan semangat kemandirian Pertamina melibatkan masyarakt dalam merencanakan dan melakasanakan program-program sosial kemasyarakatan.

“Keterlibatan Pertamina dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Ingris di Kabupaten PPU bukan smata-mata untuk kepentingan publikasi, namun lebih jauh berdasarkan pengamatan yang dilakkukan, program tersebut memiliki nilai penting dalam mempersiapkan SDM di Kelurahan Lawe-lawe khususnya dan masyarakat PPU pada umumnya dalam menunjang pembangunan ibukota negara Republik Indonesia,” tandasnya.

Pertamina melihat dukungan berbagai pihak, mulai dari lurah beserta staf, Yayasan Snasis Children, LPM beserta ketua-ketua RT dan para orang tua, tak kalah pentingnya yaitu semangat anak-anak yang mengikuti kegaitan tersebut dengan sangat antusias, diharapkan sentra Kampung Ingris dan Kreatifitas masyarakat tidak hanya sekedar menjadi simbolis belaka namun menjadi program unggulan yang dapat menbawa manfaat nyata bagi masyarakat PPU.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memunculkan berbagai sentra dimasyarakat pedesaan ataupun kelurahan lainnya di PPU, selain pusat pelatihan bahasa Inggris , kami ingin Kampung Ingris ini menjadi tempat munculnya kreatifitas dalam mengurangi masalah yang dihadapi masyarakat,”harapnya.

“Seiring meningkatanya kebutuhan energy di masyarakat sambung Cecep, maka Pertamina saat ini meningkatkan pembangunan kilang salah satunya Kilang RU V dan ini ditingakatkan kafasitas produksinya dari sisi kualitas produksi yang dihasilkan, saat ini telah dimulai pembangunan sarana penunjang sebelum pase kotruksi kilang dilaksanakan, terkait hal tersebut kami sangat, mengharapakan dukungan dari pemerintah dan masyarakat Kabupatean PPU untuk kelancaran program tersbut,”ujarnya.

Lurah Lawe-lawe Mardani melaporkan, Kampung Ingris di Indonesia hanya ada 4, 1 di Pulau Bali, 2 Kampung Pare Kediri, 3 di Toraja Sulawesi Selatan, yang ke 4 satu-satunya hanya ada di Kalimantan (di Calon Ibukota RI) di PPU, pembangunannya dibantu oleh PT Pertamina RU V Laew-lawe, dalam hal ini Pertamina tak tangung-tanggung mebantu pembangunan Kampung Inggris dan Kreatifitas masyarakat. (Diskominfo/Humas8).

By admin

Kasi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kab. Penajam Paser Utara