PENAJAM – Alun-Alun Penyembolum Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendadak berubah menjadi laboratorium alam sekaligus pusat syiar Islam pada Kamis (12/2/2026). Di bawah langit Penajam, ratusan siswa dari Sekolah Alam Borneo Islamic School berkumpul, bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk membuktikan bahwa iman dan ilmu pengetahuan dapat tumbuh subur dalam satu tarikan napas.
Acara bertajuk Science Fair dan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah ini dibuka dengan khidmat oleh Camat Penajam, Dahlan, S.IP., yang hadir mewakili Bupati PPU. Kehadiran beliau membawa pesan penting mengenai masa depan pendidikan di daerah berjuluk Benuo Taka ini.

Dalam amanat tertulis Bupati yang dibacakan Dahlan, terselip harapan besar agar anak-anak di PPU tidak hanya menjadi penonton di era teknologi, tetapi menjadi pemain yang memiliki landasan moral yang kokoh.
“Science Fair ini bukan sekadar pameran, melainkan wadah untuk memantik rasa ingin tahu dan berpikir kritis. Melalui perpaduan sains dan tarhib ini, kita mengajarkan bahwa memahami alam semesta adalah cara kita mengenal Sang Pencipta,” ujar Dahlan di hadapan para hadirin.
Ketua Yayasan Binaul Insan Mulia sekaligus Direktur Sekolah Alam Borneo Islamic School, Isnawati, S.Pd., M.M., tampil dengan visi yang menggugah. Baginya, memadukan Khatam Al-Qur’an dengan pameran sains adalah upaya untuk menghapus dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan umum.

“Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi aktivitas berpikir dan meneliti. Sains Fair ini adalah wujud nyata bagaimana kita mengkaji tanda-tanda kebesaran Allah melalui fenomena alam,” jelas Isnawati. Beliau juga menambahkan bahwa momen Khatam Al-Qur’an yang dilaksanakan bukan sekadar ritual tuntasnya bacaan, melainkan awal dari komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan sehari-hari.
Kemeriahan yang Menyentuh Masyarakat Suasana semakin hangat ketika para siswa mulai mempresentasikan eksperimen sains mereka dengan penuh percaya diri. Di sisi lain, antusiasme warga terlihat di stan bazar makanan dan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan panitia. Tidak ketinggalan, panggung live performance diisi dengan bakat-bakat seni siswa yang membuat suasana Tarhib Ramadan terasa penuh suka cita.
Kegiatan ini juga menjadi ajang kompetisi yang sehat melalui lomba Tahfidz dan mewarnai, yang diikuti oleh anak-anak dengan penuh semangat. Semua ini dibungkus dalam tema besar: “Menjelajah Sains Bersama Alam, Menumbuhkan Iman, Melahirkan Generasi Berkelanjutan”.
Apel Kesetiaan pada Literasi dan Religi Kesuksesan acara ini, menurut Isnawati, tak lepas dari kolaborasi erat antara panitia, guru, komite sekolah, hingga para mitra dan sponsor yang memiliki kepedulian serupa terhadap pendidikan karakter.
“Kami berharap, melalui ikhtiar ini, lahir generasi yang cerdas akalnya namun tetap rendah hati dan mulia akhlaknya. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya.
Seiring matahari yang semakin tinggi, kegiatan Science Fair dan Tarhib Ramadan ini resmi dilepas dengan doa, membawa harapan bahwa spirit literasi dan kecintaan pada Al-Qur’an akan terus menyala dalam hati masyarakat Penajam Paser Utara, terutama menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H yang tinggal menghitung hari.(DiskominfoPPU
