PENAJAM – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PPU melaksanakan pelatihan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) guna meningkatkan kualitas perencanaan dan pembangunan desa dan kelurahan di ruang rapat Kantor Kecamatan Waru, Rabu (06/07/2022).
Dalam sambutannya Yudi Fitriadi mewakili Kepala Bapelitbang PPU Fatmawati mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPS PPU dan Camat Waru atas inisiasi dan keterlibatan aktif pada kegiatan sosialisasi ini, sehingga upaya peningkatan kapasitas sumber daya masnusia (SDM) bidang pengelolaan data di Desa/Kelurahan dapat dilaksanakan.
” Sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, dan Peraturan Bupati Penajam Paser Utara Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan tegas disebutkan bahwa untuk memperoleh data akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagi pakaikan, diperlukan perbaikan tata kelola data yang dihasilkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui penyelenggaraan Satu Data Indonesia Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Yudi.
Lebih lanjut, Yudi mengatakan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus berkomitmen meningkatkan kualitas data statistik sebagai bahan perencanaan dan pembangunan daerah, terlebih di satuan wilayah Desa/Kelurahan.
“Hal ini penting mengingat indikator keberhasilan perencanaan dan pembangunan juga ditentukan oleh kualitas data yang digunakan dalam analisis penentuan strategi kebijakan penyelesaian masalah masalah pembangunan,”ujar Yudi.
Ditambahkannya, sejak ditetapkannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka penyelenggaraan pemerintahan desa didorong untuk melaksanakan pembangunan yang inklusif, partisipatif, mandiri, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat di desa. Oleh karena itu, saat ini Desa memiliki kewenangan untuk menyusun program pembangunan berikut penentuan anggaran secara mandiri.
“Disinilah letak pentingnya keberadaan data yang berkualitas, karena penyusunan perencanaan program pembangunan membutuhkan dukungan data berkualitas sebagai input dan bahan analisis kebijakan strategis,” tuturnya.
Dijelaskan Yudi, dalam upaya meningkatkan kualitas data, sangat penting untuk meningkatkan pula kompetensi dan kapasitas SDM pengelola data.
“Dengan tersedianya SDM pengelola data yang baik maka dihasilkan data yang baik dan pada akhirnya dihasilkan pula perencanaan yang berkualitas dan tepat sasaran,” terang Yudi.
Diakhir sambutannya Yudi berharap pelatihan Desa Cantik dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan perangkat desa dan kelurahan dalam pengolahan data statistik di desa dan kelurahan.
“Melalui penyelenggaraan pelatihan Desa Cantik ini, kita semua menginginkan ada peningkatan pemahaman dan pengetahuan pada perangkat Desa/Kelurahan, terutama dalam hal penyelenggaraan dan pengelolaan data statistik desa/kelurahan,”harapnya.
Sementara itu, Camat Waru M. Aris Rapi menyambut baik kegiatan pelatihan Desa Cantik karena dapat meningkatkan kualitas SDM desa dan kelurahan dalam penyelenggaraan dan pengelolan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan.
Oleh karenanya Ia meminta kepada para peserta untuk benar-benar harus memahami apa yang disampaikan narsumber, dan jika ada yang kurang dipahami agar ditanyakan lagi karena ini merupakan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas organisasi yang diemban. (Man/*DiskominfoPPU)
