Penajam, Kunjungan Kerja dalam rangka Safari Benuo Taka 2019 di Kecamatan Babulu kembali dilanjutkan setelah sehari tertunda. Kali ini mengambil lokasi di Desa Sebakung Jaya dan dihadiri oleh Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Ir. H. Hamdam didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Budi Santoso, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Surito, Kepala Dinas Kesehatan Arnold Wayong, Asisten 2 Bupati Ahmad Usman, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Hari Purwanto, Camat Babulu Margono Hadi Susanto serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kab. PPU.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyatakan bahwa ia beserta Bupati akan menjalankan komitmen politik yang disampaikan selama kampanye. Terutama dalam hal kesehatan gratis dan seragam gratis untuk siswa baru masuk sekolah mulai dari pau, TK, SD, dan SMP.
“Kami menyadari bahwa 9 bulan kepemimpinan ini, belum mampu sepenuhnya memenuhi keinginan dan harapan seluruh Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Namun yang paling penting sekarang adalah, bahwa saat ini Insya Allah seluruh Masyarakat Kab. PPU akan dibayarkan iuran jaminan kesehatannya oleh Pemkab PPU. ” jelas Hamdam.
Lanjut Hamdam, Pemerintah akan terus berbenah dari berbagai bidang. Dalam hal pelayanan kesehatan di rumah sakit, ke depan akan terus di benahi, bagaimana agar rumah sakit kita melakukan secara maksimal. Dalam hal pendidikan, sebentar lagi anak-anak yang baru masuk sekolah akan mendapatkan 2 pasang baju seragam sekolah, tas dan sepatu bagi sekolah negeri.
“Insya Allah, tahun depan semua akan dipikirkan pemerintah untuk mengakomodir untuk sekolah-sekolah swasta. Jika formulasinya sudah kita dapatkan dan jika kekuatan anggaran kita ke depan memungkinkan.” harap Hamdam
Selanjutnya menyikap beberapa aspirasi yang disampaikan oleh Masyarakat Desa Sebakung Jaya, Hamdam menyampaikan bahwsanya kegiatan-kegiatan infrastruktur di kecamatan Babulu ini cukup banyak, termasuk di Desa Sebakung Jaya. Tinggal menunggu waktu pelaksanaannya.
“Jika ada usulan-usulan terkait insftaruktur, silahkan sampaikan melewati musrenbang. Karena kedepan, jika ada pembangunan yang tidak melewati musrenbang, maka tidak boleh dilaksanakan. Apa yang akan dilakukan jika tidak ada pengajuan. Sedangkan masuk dalam musrenbang saja harus masuk dalam daftar antrian, apalagi jika tidak.”tegas Hamdam.
Menutup sambutannya, Hamdam meminta kepada Pemerintah Desa Sebakung Jaya agar lebih terbuka dalam hal pelayanan publik maupun anggaran, bersikap adil dan senantiasa menjalin komunikasi dengan seluruh lapisan Masyarakat.
“kepada Masyarakat juga harus kritis. Namun kritisnya harus konstruktif.” Tutup Hamdam. (Helena)
