PENAJAM – Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan monitoring dan evaluasi sekaligus assesment program keseluruhan aktivitas kegiatan Baznas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), di Kantor Baznas PPU, lantai i Masjid Agung Al-Ikhlas Penajam, Rabu (16/11/2022).

Ketua Baznas PPU, Tahmid menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan Baznas Provinsi kaltim yang telah berkunjung di Kantor Baznas PPU.

“Kami termasuk pimpinan baru umurnya belum cukup setahun tentu membutuhkan masukan juga bimbingan agar kedepan Baznas PPU setara dengan Baznas yang ada di Provinsi Kalimantan Timur,”ungkap Tahmid.

Selain itu, Baznas Provinsi Kaltim juga monitoring dan evaluasi program Zakat Community Development (ZCD) yang ada di PPU meliputi ternak kambing, pengrajin anyaman juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produksi amplang.

“Agar kedepannya keberhasilan para penerima bantuan program ZCD ini dapat turut berinfak, karena tujuan Baznas lewat program ini ialah mengubah mustahik (orang yang menerima zakat) menjadi muzakki (orang yang membayar Zakat, Infak dan sedekah), Sehingga di sisi lain kita bisa membantu pemerintah menekan angkah kemiskinan dan menaikkan angka kesejahteraan didaerah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kaltim, Miswan Thahadi mengatakan kegiatan monitoring penerima bantuan program ZCD ini menyeluruh dilaksanakan se-kabupaten/kota diwilayah Provinsi Kaltim.

“Tujuannya untuk memastikan bahwa hasil penyaluran bantuan usaha ini berjalan dengan baik sesuai perencanaan dan dinilai tepat sasaran,”jelasnya.

Lanjutnya, serta untuk saling mengingatkan saling mengevaluasi baik itu secara administrasi maupun manajemen pengelolaan zakat karena yang kita kelola adalah dana publik, dana umat yang harus dipertanggungjawabkan bukan hanya di dunia namun sampai di akhirat kelak.

“Kami akan mendukung serta mensupport dari sisi pendanaan untuk mustahik yang ada di PPU tentu melalui pengawasan dan pengendalian Baznas kabupaten/kota,”katanya.

Lebih lanjut Ia menambahkan sengan kearifan lokal dan kebutuhan mustahik di masing-masing daerah kita tidak menetapkan, tergantung situasi dan kondisi di daerah apa yang diperlukan dan skill apa yang dimiliki oleh mustahik tersebut.

“ Harapan kami semoga kedepan para penerima bantuan ini, dapat berubah dari mustahik menjadi muzakki,”pungkasnya. (Man/*DiskominfoPPU)