PENAJAM – Festival Adat Paser Belian Nondoi yang digelar selama 4 hari sejak tanggal 24 Oktober 2022 resmi berakhir. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tohar secara resmi menutup Festival Adat Paser Belian Nondoi pada Kamis (27/10/22) di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Kabupaten PPU.

Penutupan Festival Adat Paser Belian Nondoi dihadiri pula oleh Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Regional Kalimantan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Para Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU, Ketua Tim Sukses Pemekaran Kabupaten PPU, Ketua Yayasan Tim Sukses Pemekaran Kabupaten PPU, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Adat Paser, H. Aji Ayub beserta anggota, Ketua Lembaga Adat Paser Kabupaten PPU beserta Anggota, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Bawa Paser, Ketua Umum Laskar Pertahanan Adat Paser dan organisasi masyarakat.

Acara penutupan festival berlangsung dengan lancar diawali dengan persembahan Kuntau Paser, seni bela diri sebagai nama lain dari Pencak Silat, dilanjutkan dengan prosesi pelepasan gitang oleh Sekda PPU Tohar kepada mulung kecil sebagai tanda berakhirnya Festival Adat Paser Belian Nondoi.

Sekda Kabupaten PPU Tohar dalam sambutannya menyampaikan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para seniman dan budayawan, serta kepada segenap masyarakat Kabupaten PPU atas terselenggaranya Festival Adat Paser Belian Nondoi yang penuh makna tahun ini.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan, khususnya bagi diri masyarakat Penajam Paser Utara, kapan dan dimanapun berada, ” ungkap Tohar.

Tohar menambahkan bahwa Festival Adat Paser Belian Paser Nondoi bukan hanya menjadi sebuah aktualisasi adat budaya Paser dalam sebuah pertunjukan, tetapi juga melambangkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara adalah tempat yang nyaman, indah dan bersahabat bagi semua orang.

“Kita patut bersyukur bahwa penyelenggaraan Festival Adat Paser Belian Nondoi tahun 2022 ini berlangsung sebagaimana yang diharapkan, “pungkasnya.

Penutupan Festival Adat Paser Belian Nondoi diakhiri dengan persembahan Tari Ronggeng dari Sanggar Bunga Teratai dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan selama Festival berlangsung yaitu Lomba Masak Makanan Khas Paser, Lomba Gambus Tunggal, Lomba Beturak, Lomba Puisi Bahasa Paser dan Lomba Pidato Bahasa Paser. (Sha/*DiskominfoPPU)