PENAJAM – Pasar induk yang berada di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam waktu dekat dipastikan akan di Relokasi ke lokasi yang tidak berjauhan dari pasar sebelumnya di wilayah itu.
Hal ini ditandai dengan adanya kegiatan pencabutan undian kios dan los pedagang pasar, yang dihadiri lagsung oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Muliadi, Minggu, (14/8) pagi. Hadir juga dalam kegiatan ini, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ahmad Usman, Kadis Perindagkop, Kuncoro dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya Muliadi di sela-sela kegiatan ini mengatakan bahwa terkait kegiatan relokasi pasar yang ada di Kecamatan Babulu tersebut dirinya berharap masyarakat khususnya para pedagang harus bisa kompak untuk mendukung pemindahan pasar tersebut.
Karena menurutnya jika pedagang ataupun masyarakat tidak kompak dalam hal tersebut maka dipastikan pembangunan pasar tidak akan berjalan dengan baik. Karena dikawatirkan masih adanya penjual atau pedagang yang menjual dagangannya di luar pasar ini sehingga akan menimbulkan kesemrawutan atau dengan kata lain pembeli menjadi bercerai berai.
” Kenapa pasar Tanah Abang yang sangat terkenal di Jakarta tersebut dapat maju dan terkenal sampai saat ini. Salah satu faktor utamanya adalah seluruh pedagang yang ada disana kompak untuk berdagang di pasar tersebut, ” kata Muliadi.
Oleh karenanya dirinya berharap setelah pasar yang baru di relokasi tersebut telah berfungsi diharapkan tidak ada lagi pedagang yang melakukan transaksi jual beli di luaran sana atau di pasar yang lama.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat dan para pedagang khususnya di Kecamatan Babulu ini dapat melaksanakan himbauan pemerintah daerah sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud dengan baik, ” pintanya.
Sementara itu Kepala Dinas perindagkop (Disperindagkop) Kabupaten PPU, Kuncoro mengatakan bahwa relokasi pembangunan Pasar yang berada di kecamatan Babulu telah dilakukan sejak tahun 2017 dan 2018 baru selesai pada tahun 2021 ini. Dikatakannya pembangunan Pasar yang berada di kecamatan Babulu tersebut merupakan bantuan dari Pusat.
Ditambahkan Kuncoro dalam waktu dekat pasar baru akan segera difungsikan. Sementara pasar yang lama tersebut akan segera dibongkar yang lahannya merupakan milik salah satu warga setempat.
” Setelah pasar yang lama dibongkar dipastikan tidak akan ada lagi kegiatan jual beli di lokasi tersebut dan seluruhnya kami alihkan ke pasar yang baru ini, ” kata Kuncoro.
Seperti diketahui bahwa Disperindagkop Kabupaten PPU dalam kegiatan itu telah melakukan pencabutan undian untuk Los dan Kios pedagang di pasar Kecamatan Babulu yang baru. Dalam kegiatan ini ada sebanyak 316 kios dan los yang telah tersedia dari jumlah 460 pedagang yang ada di sana.
Namun jika dalam pencabutan undian tersebut pedagang belum beruntung memperoleh kios yang tersdia, maka Disperindagkop juga telah menyediakan lahan sebagai tempat didirikannya kios yang sama di lokasi pasar tersebut. (Humas6)
