PENAJAM-Pemerintah Daerah menyambut baik diselenggarakannya kegiatan Gerakan Edukasi yang dilaksanakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), karena hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian rekan-rekan semua, akan tumbuh kembang anak didik sebagai generasi penerus bangsa, hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab PPU H Suhardi pada Gerakan Edukasi Makan Ikan Cegah Stunting di Pantai Tanjung Jumlai, Saloloang Kamis (21/11).

Sebagaimana kita ketahui, permasalahan stunting sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita semua. Stunting merupakan sebuah masalah kesehatan dimana seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuhnya, sehingga gagal memiliki tinggi yang ideal pada usianya. Secara garis besar, masalah kesehatan ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi penting dalam tubuh, seperti lemak, karbohidrat dan protein,” ungkap Suhardi saat mebacakan Sambutan Bupati PPU H Abdul Gafur Mas’ud.

Menurutnya permasalahan stunting pada anak dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Periode tersebut merupakan periode yang sensitive, karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh masalah gizi pada periode tersebut, dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

“Sedangkan, dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan adalah terjadinya stunting, menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi.

Oleh karena itu, upaya penurunan kasus stunting ini harus segera dilaksanakan. Ia mengajak seluruh Bunda PAUD dan TK di Kabupaten PPU untuk dapat menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini stunting di daerah ini.

Selama ini lanjutnya, Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan juga tidak henti-hentinya menghimbau dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar kebutuhan gizi dan kualitas makanan bagi anggota keluarga dapat terpenuhi dengan baik.

“Saya benar-benar berharap, kasus stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak terjadi lagi. Masyarakat PPU harus zero stunting, sehat, cerdas dan kreatif, sehingga bisa bersama-sama mewujudkan visi serta cita-cita kita bersama membangun PPU yang lebih baik,  lebih maju, lebih modern dan lebih religious,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan pendidikan berkualitas dan penuh kreatifitas ditingkat PAUD, imbuh dia sangat ditentukan juga oleh Guru atau Bunda PAUD yang kreatif dan berkualitas. Untuk itu, kreatifitas dan inovasi guru dalam memberikan pengajaran terhadap anak usia dini harus dapat terus menerus ditingkatkan, karena kualitas atau kemampuan guru sangat menentukan dalam membangun karakter anak usia dini.

“Harapan saya, di era millennial ini, dimana perkembangan teknologi berkembang semakin cepat,  saya mewajibkan semua Guru/ Bunda Paud untuk selalu memperhatikan perkembangan kesehatan dan akhlak anak-anak didik kita,” tegasnya.

Ia berharap para orang tua dapat memberikan kepercayaan untuk menitipkan anak-anaknya disekolah, dimana Sekolah dianggap sebagai madrasah kedua bagi anak-anak mereka, oleh karena itu, peran para Guru/ Bunda PAUD di sekolah dalam membangun kecerdasan anak, bukan hanya kecerdasan otak dan intelektual semata, namun juga harus seimbang antara intelektual, spiritual dan emosional.

Sementara itu Bunda PAUD Kabupaten PPU Hj Risna Rais Abdul Gafur menambahkan, pada ikan banyak kandungan gizi dan protein yang bermanfaat serta menyehatkan tubuh, yang tak kalah pentingnya bagi ibu-ibu hamil dan memiliki balita serta menyusui penting sekali makan ikan  untuk memicu perkembangan dan pertumbuhan bagi balita dan anak-anak.

“Gerakan makan ikan bukan berakhir di acara ini saja namun tetap dibawa sampai ke rumah harus tetap menganjurkan makan ikan bagi seluruh anggota keluarganya terutama kepada anak dan balitanya,” pinta Istri Bupati ini, ia sempat membagikan hadiah balon kepada anak PAUD yang berhasil menjawab requesnya sebagai bunda PAUD Kabupaten.

Sedangkan Ketua Panitia sekaligus Ketua Himpaudi Kabupaten PPU Nurmala melaporkan, ini merupakan gerakan terstruktur dari pusat, daerah, kabupten dan turun hingga ke walayah kecamatan hingga desa, gerakan edukasi makan ikan cegah stunting ini serentak di seluruh Indonesia,” rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 11 hari dan puncaknya adalah 21/11-2019, gerakan ini merupakan hasil kerjasma dengan Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, tutupnya. (Helena/humas8)

By admin

Kasi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kab. Penajam Paser Utara