Target Pendapatan pada  APBD 2019 sebesar Rp.1,50 trilyun lebih

Penajam, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menyampaikan sambutannya pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara ini dalam acara Penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Terhadap Rancangan Peraturan Daerah TentangAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019, di Gedung Paripurna DPRD PPU Kamis, (28/11)

“Kita telah mendengarkan penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019. Pada prinsipnya fraksi-fraksi DPRD secara umum telah menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019 dimaksud, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019 dengan beberapa penekanan dan saran yang perlu mendapat perhatian,” ungkap AGM.

Dengan telah ditandatangani Berita Acara Persetujuan Bersama Kepala Daerah dan DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019, selanjutnya lanjut Bupati sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 111 poin 1 bahwa “Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019 dan Rancangan Peraturan Bupati tentang PenjabaranAPBD Tahun Anggaran 2019 yang telah disetujui bersama DPRD sebelum ditetapkan akan disampaikan kepada Gubernur untuk dievaluasi.

“Dari hasil evaluasi,nantinya akan dilakukan penyempurnaan oleh Kepala Daerah bersama dengan Badan  Anggaran DPRD.Hasil penyempurnaan tersebut, akan ditetapkan oleh Pimpinan DPRD dan akan dijadikan dasar penetapan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019 sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 poin 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006,” terangnya.

Berdasarkan dokumen Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Tahun Anggaran 2019 secara umum mengenai Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dapat digambarkan sebagai berikut; Target Pendapatan pada  APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.1,50 trilyun lebih, mengalami kenaikan  sebesar  Rp. 209,23 milyar lebih atau sebesar 16,1 persen dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,29 trilyun lebih, dengan  rincian sebagai berikut:

  • Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp.143,01 milyar lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp.8,82 milyar lebih atau 6,57 persen dari Pendapatan Asli Daerah pada APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 134,19 milyar lebih, yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
  • Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp. 1,19 trilyun lebih, terjadi kenaikan sebesar Rp. 221,48 milyar lebih atau sebesar 22,79 persen dari APBD Perubahan Tahun 2018 sebesar Rp. 971,92 milyar lebih.
  • Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp. 168,66 milyar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp.21,07 milyar lebih atau 11,11 % dari APBD Perubahan Tahun 2018 sebesar Rp.189,73Milyar lebih yang berasal dari Bagi Hasil Pajak Provinsi, Dana Penyesuaian dan Bantuan Keuangan dari Provinsi.
  • Belanja secara keseluruhan direncanakan pada APBD Tahun 2019 sebesar 1,48 trilyun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 177,23 milyar lebih atau10,67 yang dari APBD Perubahan 2018 sebesar 1,66 trilyun lebih terdiri dari:
  • Belanja Tidak Langsung direncanakan sebesar632,22 milyar lebih bertambah sebesarRp. 34,61milyar lebih atau 5,79 persen dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 597,61 milyar lebih,yangterdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan kepada PemerintahDesa danBelanja Tidak Terduga.
  • Belanja Langsung direncanakan sebesar 851,07 trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp. 211,85 milyar lebih lebih atau 19,93 persen dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,06 trilyun lebih, yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal.
  • Penerimaan Pembiayaan yang direncanakan 18,29 milyar lebih berasal dari Pinjaman Daerah, sedangkan  SiLPA direncanakan NIHIL.
  • Pengeluaran Pembiayaan yang  direncanakan  sebesar Rp. 40,07 milyar lebih, bertambah sebesar Rp. 29,08 milyar lebih atau 264,58% dari pengeluaran pembiayaan APBD Perubahan 2018 sebesar Rp.10,99 milyar lebih. Dimana pengeluaran pembiayaan dipergunakan untuk pembayaran Bunga Pinjaman Daerah Rp. 36,07 milyar lebih dan Penyertaan Modal pada PDAM sebesar Rp. 4 milyar. (humas8/Helena Lin Legi)