SOSOK PENTING DI BALIK KEMENANGAN PENAJAM UTAMA

Penajam, Penajam Utama U-17 berhasil meraih sukses menjadi juara Piala Soeratin U-17 musim 2017. Debut mengesankan bagi tim tersebut terjadi setelah mereka membungkam Persita dengan skor 3-2 pada final kompetisi usia muda ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (28/10/2017). Keberhasilan tim dari Kabupaten Penajam Paser Utara, dinilai sebagai kejutan.

 

Namun Manajer Penajam Utama U-17, Alimuddin berpendapat sebaliknya. Dia sudah meyakini timnya bakal menjuarai Piala Soeratin U-17 musim 2017.

“Tahun lalu, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Balikpapan menjadi runner-up. Jadi kami bisa berhitung.”

“Bila Askot PSSI Balikpapan sampai ke final, tentu kami pun bisa. Ternyata, kami juara,” kata Alimuddin.

Penajam Utama U-17 pantas menggengam trofi. Permainan mereka sangat rapi dengan kerja sama tim yang bagus dan kompak. Mereka memperlihatkan sebuah tim yang terbentuk cukup lama dan itu diakui pelatih Subianto.

“Tim sudah terbentuk sejak mereka di Sekolah Sepak Bola (SSB) Penajam Utama dan tetap bersama saat masuk Sekolah Khusus Olah Raga Internasional (SKOI) di Samarinda,” kata Subianto.

Menurut Subianto, kerja sama mereka sudah rapi dan sangat kompak dalam bermain.

“Paling tidak mereka sudah bermain bersama selama lebih dari dua tahun, tak heran bila organisasi permainan terbangun dengan baik,” ucapnya.

Mengangkat Nama Kabupaten

Sukses Penajam Utama U-17 mengukir prestasi sebagai tim yang baru pertama kali bermain dan langsung juara cukup membanggakan. Mereka pun mengangkat Penajam Paser Utara yang sebelumnya sudah memunculkan bek nasional, Abdul Rahman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras sosok penting bernama Alimuddin.

“Saya melihat Penajam Paser Utara memiliki potensi luar biasa untuk sepak bola,” ucap Alimuddin.

“Banyak anak yang menggemari sepak bola tetapi tidak ada wadahnya. Mereka pun tak punya kesempatan muncul ke permukaan sepak bola nasional,” tuturnya.

Ini dibuktikannya saat ada dua talenta dari daerah tersebut yang pernah mengikuti latihan singkat di markas klub Liga Italia, AC Milan. Keduanya terpantau lewat turnamen usia dini, Piala Danone di Balikpapan.

“Mereka dibawa ke AC Milan mengikuti pelatihan selama beberapa bulan. Saat kembali ke Penajam, ternyata tidak ada klub yang merekrutnya,” kata Alimuddin.

“Akibatnya, mereka hanya bermain di tarikan kampung (tarkam), meski ada yang ikut memperkuat tim PON Kaltim,” tuturnya.

Alimuddin sedikit menyesalkan kenyataan yang ada itu dan membuatnya untuk bergerak.

“Bila orang asing peduli dengan talenta pemain kami, lalu mengapa kita sendiri mengabaikannya.”

“Saya meyakini bila Penajam merupakan salah satu gudang talenta pesepak bola,” kata dia.

Pria yang sehari-hari adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertugas sebagai Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (BAPELITBANG) di Penajam ini kemudian mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) Penajam Utama pada 2007. Alimuddin pun membuat kebijakan tidak menarik iuran pada anak didiknya.

“Kami menjadi pionir SSB, selanjutnya berdiri SSB lainnya,” kata Alimuddin.

“Semula, saya menggratiskan iuran. Tetapi dalam perkembangan, saya menarik iuran bagi anak dari keluarga mampu. Sedangkan bagi anak kurang mampu tetap gratis, jadi ada subsidi silang.” ungkap Alimuddin

Pelatih yang menangani SSB pun diharapkan punya kualitas. Dia pun tak segan mengirim pelatih mengikuti kursus.

“Saya ingin pelatih mengajarkan teknik dasar bermain sepak bola yang benar,” jawab Alimuddin yang pernah menekuni sepak bola dan sempat bergabung dengan tim junior Persisam Samarinda.

Pernah menjadi pesepak bola membuat Alimuddin menyadari pentingnya pembinaan usia dini.

“Saya mendirikan SSB karena fokus pembinaan usia muda. Bagi saya pembinaan usia dini adalah wajib, Kami tidak bisa mendapatkan pemain bagus bila tidak mengajarinya dengan benar sejak usia dini,” katanya.

 

Alimuddin juga menyebut, ada banyak bibit bertalenta dan potensial yang tidak ditangani dengan baik di Penajam.

“Kini tidak hanya SSB, tetapi turnamen usia muda juga bermunculan. Harus diakui, sukses Abdul Rahman masuk timnas memotivasi anak-anak bermain sepak bola,” ujarnya.

 

Alimuddin berharap sukses Penajam Utama U-17 bisa menggugah para stake holder sepak bola di daerahnya untuk makin peduli pada pembinaan usia muda.

“Mereka seharusnya menyadari potensi yang luar biasa bibit-bibit muda di Penajam Paser Utara.” pungkas Alimuddin. (Sumber Berita : www.bolasport.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *