Sekda Pimpin Safari Ramadhan di Kecamatan Sepaku

Penajam – Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah melaksanakan Safari Ramadhan di masjid Al – Akbar Kelurahan Sepaku, Selasa (22/05).

Dalam safari ramadhan tersebut dihadiri oleh Sekertariat Kabupaten (Sekkab) Tohar, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekertariat Kabupaten PPU Alimuddin, Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesra, Ahmad Usman, Camat Sepaku Abdul Risman, Kepala BKPP Surodal Santoso dan Ketua Kemenag PPU serta masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Ketua masjid Al – Akbar, Amiludin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah karena telah melakukan kegiatan berupa safari ramadhan yang dilaksanakan di Kelurahan Sepaku.

Ia juga mengatakan bahwa Sepaku adalah daerah tertua yang ada di PPU, namun demikian hingga kini daerahnya (Sepaku) tidak di perhatikan oleh Pemerintah, ia meminta kepada Pemerintah agar memperhatikan daerah Sepaku terutama infrastruktur jalan.

“Tolong pemerintah daerah sekiranya dapat memperhatikan ke daerah kami (Sepaku), contohnya infrastruktur jalan bisa dibilang kurang dari kata sempurna kita rasakan, karena akses jalan Sepaku ini sangat luar biasa rusaknya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekkab PPU Tohar menyampaikan permohonan maaf yang setulus – tulusnya dari pimpinan daerah dalam hal ini bapak Bupati, karena beliau tidak dapat hadir bersama kita disini dikarenakan ada jadwal lain tepat pada hari ini juga.

Selain itu, ia juga mengatakan untuk kondisi keamanan dan ketertiban di PPU hingga kini tetap kondusif. Menurutnya kondisi seperti ini tentu tidak datang dengan sendirinya, melainkan campur tangan dari seluruh komponen masyarakat Kabupaten PPU.

Berkenaan fenomena sosial yang terjadi di daerah lain lanjut Tohar, semoga tidak akan pernah terjadi di daerah kita.

“Oleh karena itu kuncinya pasti kembali kepada kita, yang pertama kami mengharapkan unsur Muspika ini ada konsolidasi pada tingkat kecamatan untuk bahu – membahu memonitorkan keadaan di masing – masing kecamatan,” ujarnya.

Tohar juga menyampaikan kiranya bapak Camat dapat menindak lanjuti sampai dengan kebawah seperti lurah dan kepala desa untuk melakukan hal yang sama menjaga cipta kondisi.

“Ada hal yang perlu kita waspadai, bukan mencurigai tetapi kita selalu waspada. Informasi yang kita dapatkan terkait pengeboman di Surabaya yang terjadi beberapa pekan yang lalu, mengapa mudah terungkap bagi yang melakukan teror itu, karena di Surabaya itu memiliki instrumen pencatatan kependudukan yang muktahir, sehingga dapat memudahkan identifikasi siapa pendatang baru,” jelasnya.

Ditambahkannya, apabila di daerah kita belum adanya hal seperti itu saya harap seluruh komponen masyarakat baik itu Camat, Lurah, Polsek atau Danramil serta masyarakat setempat mari kita bersinergi bersama untuk mencermati lingkungan kita masing – masing.

“Siapa tahu ada pendatang baru, bukannya kita mencurigai tetapi agar mengenali siapa yang datang dan yang ada di lingkungan kita, kalau mereka baik mari kita terima sebaik – baiknya, kalaupun tidak baik itu sudah pasti teridentifikasi dari awal itu harapan kita,” pungkasnya. (Helena/Fadli)