Sekda Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Adat

PENAJAM – Dimulainya Pembangunan Taman Budaya dan Kuta Adat Paser Penajam Paser Utara (PPU) ditandai dengan proses peletakan batu pertama dan melalui ritual adat Paser, Rabu (25/07).

Peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh Sekretariat Daerah (Sekda) PPU Tohar dan diikuti oleh Ketua DPRD PPU Nanang Ali, Wakil DPRD Syahrudin Noor, Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, Wakapolres PPU Kompol Nina Ike Herawati, Kajari PPU Darfiah, Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU Musa.

Diketahui, anggaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut mencapai 2,7 Miliar dengan waktu pengerjaan 180 Hari.

Pada sambutannya, Sekda Tohar mengatakan bahwa kita akan menyaksikan secara bersama-sama terkait komitmen Pemerintah daerah  terhadap fasilitasi yaitu salah satunya unsur adat Paser dalam rangka menunaikan hajat kita bersama atas adanya objek yang diharapkan selama ini.

“Ini merupakan tahapan pertama dari rangkaian panjang dan hari ini kita saksikan secara bersama melalui ritual adat kita akan membangun rumah Kuta Adat Paser. Semoga pelaksanaan ini berjalan lancar, kemudian waktu terjangkau dan sampai sesuai dengan perencanaan kita,” ujarnya.

Tohar juga menyampaikan apabila nantinya pembangunan tersebut telah rampung, objek ini adalah milik pemerintah dan akan dipergunakan untuk seluruh komponen masyarakat PPU.

“Kalau nantinya pembangunan telah selesai, catatan penting bagi kita semua bahwa objek ini adalah objek fasilitas pemerintah yang dipergunakan untuk masyarakat PPU, dapat diakses, dimanfaatkan oleh seluruh komponen sesuai dengan peruntukan dan kegunaan bangunan ini, hal tersebut yang paling terpenting. Mari sama – sama menjaga dan memelihara, termasuk juga memberikan daya dukung yang memadai terhadap pelaksanaan pembangunan rumah Kuta adat Paser ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LAP PPU Musa mengatakan bahwa peletakan batu pertama tersebut dilakukan dengan menggunakan ritual asli adat Paser.

Adapun ritual yang dilakukan yakni Nengkorong Ori Kuta Somun Solai (ritual mendirikan tugu Kuta Adat Paser). Serah Seron soyong simong (menyerahkan dan memohon keselamatan untuk prosesi yg akan dilaksanakan).

Selain itu, Musa juga berharap selaku pengurus LAP pelaksanan pembangunan ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita semua. Kendati demikian, anggaran dalam pembangunan tersebut menurutnya belum maksimal karena pembangunan ini cukup besar.

“Memang anggaran untuk pembangunan ini belum maksimal, karena pada tahap awal hanya beberapa saja, tetapi kami berharap kepada pemerintah khususnya kepada bupati yang akan datang agar dapat melanjutkan pembangunan ini dan memberikan anggaran yang memadai agar pembangunan lamin adat Paser tersebut,” ujarnya.

Ditambahkannya, pembangunan tersebut cukup besar untuk lebar dan panjangnya lebih kurang 50 x 100 meter.

“Pembangunan ini cukup besar, membutuhkan anggaran lebih kurang 20 – 30 Miliar, mudah – mudahan kedepannya Pemkab PPU dapat menganggarkan sesuai dengan kebutuhan pembangunan ini,” pungkasnya.