Sekda Hadiri Jalan Santai HUT TNI 73

Penajam, Komando Distrik Militer (Kodim) 0913/Penajam Paser Utara (PPU) menggelar kegiatan Jalan Sehat dan senam bersama dalam rangka Ulang Tahun TNI ke 73 di Halaman Markas Kodim 0913 PPU dihadiri Kapolres PPU AKBP Sabil Umar dan sejumlah pejabat daerah lainnya, Sabtu (6/10).

 

Sekretris Daerah PPU, Drs. h. Tohar, MM dalam smbutannya menyampaikan bahwa Momentum ini tepat jika dikatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin dekat dengan rakyat.

“inilah barangkali perlu kita kilas balik, berkenaan dengan sejarah terbentuknya TNI, mari kita buka kembali sejarah mulai dari seruan atau revolusi jihad 1924 yang telah dikumandangkan oleh para pendahulu kita, itulah cikal bakal kita dalam rangka menggelorakan semangat bela negara, semangat untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), semangat untuk berbakti kepada nusa dan bangsa,” ungkap Tohar.

Dalam konteks pembangunan masa kini dan kedepan lanjut Tohar, sama-sama diketahui bahwa masing-masing institusi punya korps dan tugas pokok fungsi dan kelembagaan, tetapi dalam praktek dan kenyataannya hal ini rakyat dan TNI tidak bisa dipisah-pisahkan untuk berbuat baik bagi kemaslahatan orang banyak, demi kemaslahatan umat, dan demi kebaikan masyarakat.

“Kita sering menyaksikan TNI hadir ditengah-tengah masyarakat dalam rangka Recovery social, bencana dan lain sebagainya, itu artinya TNI terpanggil, bahwa itu merupakan tujuan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan demi suksenya tugas dan tanggungjawab Negara bagi keberlangsungan pemerintahaan Indonesi.

”Selamat Ulang Tahun TNI ke 73, TNI semakin Profesional, TNI semakin dekat dengan Rakyat dan TNI semakin Jaya,” ucapnya.

 

Pada kesempatan yang sama Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Infanteri Mahmud menambahkan, segala alat perang dan Peralatan tempur yang dimiliki TNI dan satuan satuan personilnya adalah untuk rakyat semuanya, tentara adalah betul-betul milik rakyat, bukan suatu golongan yang eksklusive yang berdiri sendiri atau terpisah dari rakyat, maka konsepnya hari ini pun kita katakan semua rakyat boleh masuk ke kantor-kantor tentara untuk berbagai keperluan berkenaan tugas tentara untuk masyarakat.

“Siapa saja boleh melaksanakan aktifitas di kantor Kodim karena Kodim adalah milik kita semua, awal terbentuknya tentara adalah setelah bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dimana suatu negara harus memiliki tentara, awalnya dibentuk Badan Kemanan Rakyat (BKR), merupakan satu bagian pengaman terhdap rakyt, kemudian pada 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Kemanan Rakyat (TKR),” terangnya.

 

Seiring perjalanan waktu melalui beberapa perubahan nama menjadi Tentara Republik Indonesia(TRI). Pada masa Indonesia Serikat berubah lagi menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), kemudian menjadi TNI dan pada tahun 1962 bergabung dengan Kepolisian yang disebut waktu itu Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan pada masa reformasi dipisahkan sesuai tugas dan fungsi dimana Kepolisian sebagai Pengamanan dalam Negara dan tentara sebagai Pertahanan Negara maka beruabah kembali menjadi Tentara Nasional Inadonesia (TNI) yang saat ini telah berumur 73 tahun.

“Tentunya bukan umur yang tua atau muda namun kita diharapkan semakain matang dan memiliki profesional yang makin meningkat dan ini adalah berkat dukungan rakyat semuanya, yang kita miliki semua berasal dari rakyat, alat dan peralatan kita semua adalah dari uanga rakyat dan tentunya itu semua kita pergunakan untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutupnya (Helena/Iskandar) “