SAFARI BENUO TAKA 2019 : KELURAHAN LAWE-LAWE

Penajam, Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Hamdam mengakui bahwa harapan masyarakat Kabupataen PPU soal pembangunan belum bisa terpenuhi secara keseluruhan, ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada kunjungan kerja di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, Senin (8/4).

“Kendati baru 6 bulan masa pemerintahan AGM-Hamdam namun kami telah berusaha memenuhi satu persatu janji kami kepada masyarakat, antara lain kesehatan gratis, Alhamdulillah sejak 1 Februari 2029 ini Pemerintah Kabupaten PPU sudah menetapkanan dan sudah membayarkan iuran BPJS bagi seluruh warga PPU tampa terkecuali,” ungkapnya.

Soal pendidikan lanjutnya, Pemerintah Kabupaten PPU akan memberikan bantuan peralatan sekolah bagi siswa mulai TK, SD hingga SMP, kalau SPP sudah gratis, yang dikeluhkan adalah pakaian seragam, insya Allah pada tahun ajaran baru 2019 ini kata dia bantuan itu akan diberikan walupun belum sepenuhnya, sedangkan Siswa SMA belum bisa diakomodir lantaran SMA adalah kewenangannya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Bukan hanya sampai disitu, saat Peringatan Isra Mi’raj di Kecamatan Sepaku lanjut Hamdam pihaknya sempat ungkapkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur bahwa di Kabupaten PPU ada program menggratiskan perlengkapan sekolah bagi TK, SD dan SMP, untuk itu ia meminta agar Pemerintah Kaltim juga melakukan hal yang sama kepada Siswa SMA, Aliyah dan SMK, apa jawab Gubenur dan Wakil Gubernur, akan pikir-pikir dulu karena jika itu dilakukan Pemprov Kaltim akan berbicara se Kaltimantan Timur.

“Meski demikian kami juga berusaha mencari aturan regulasinya yang membolehkan untuk memberikan bantuan kepada Siswa SMA sederajat, karena walaupun bantuan itu bagus namun jika melanggar aturan resikonya kita bisa dipenjarakan,” tegas Wabup Hamdam

Janji pemeritah terkait infrastruktur diakuinya saat ini memang belum terasa samasekali, karena Pemeritah Kabupaten PPU harus menyelesaikan kewajiban membayar hutang kepada pihak ketiga besarannya hampir Rp 300 miliar yang nilai kontraknya sudah dilakukan pada masa pemerintahan sebelumnya dan kini pemerintahan yang baru (AGM-Hamdam) tinggal membayarkan saja, dan ini merupakan sumbangsih pemerintah di tahun pertama menjabat kepala derah.

Dan tahun ini juga Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Bankeu Provinsi Kaltim, Kabupaten PPU akan menerima bantuan dana cukup pantastis jumlahnya dibanding  tahun sebelumnya yakni hampir Rp 100 Miliar padahal ditahun sebelumnya hanya berkisar Rp 30 hingga 40 miliar, ini merupakan rekor luar biasa meski sekarang masih dalam proses dan menyusul jika sudah terlaksana akan dirasakan bagi seluruh warga Kabupaten PPU ini.

Kemidian pada tahun ini juga masyarakat kelurahan yang ingin merubah status menjadi desa karena kecemburuan dengan desa yang mampu membangun infraastruktur, itu sudah dijawab oleh pemerintah pusat dan kabupaten dengan meberikan Dana Alokasi Umum (DAU) bagi pembangunan infrastruktur kepada kelurahan sebesar Rp 470 juta dan insya Allah tahun 2010 dana untuk kelurahan dinaikkan menjadi Rp 850 Juta.

“Kepada Seluruh warga Kabupaten PPU kami mohon kerjasama yang baik sehingga kita bisa menghasilkan sinergi positif yang bisa memberikan tenaga bagi kita untuk merumuskan dan memutuskan program-program yang tepat sasaran bagi percepatan penyelesaian persoalan-persoalan yang dirasakan masyarakat di tingkat kelurahan dan desa,” pintanya (humas8/Helena)