RUMAH ADAT PASER AKAN SEGERA DIBANGUN DI PPU

Penajam, Kerinduan Masyarakat Adat Paser Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PPU) untuk memiliki Rumah Adat akan segera terpenuhi. Hal ini terjawab dengan kegiatan survey lokasi yang dilakukan pada hari Rabu (8/11) di Kawasan antara Stadion Panglima Sentik dan Dome yang dihadiri oleh Unsur Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Unsur Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU), Unsur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Unsur Lembaga Adat Paser (LAP) Kab. PPU.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Supardi mengatakan, bahwa ini adalah respon positif dari Pemerintah Kab. PPU akan Surat Usulan dari LAP Kab. PPU beberapa waktu lalu.

“Lokasi saat ini yang kita survey adalah salah satu alternatif lokasi yang ditawarkan. Dan sesuai arahan Bapak Bupati, Lokasi ini sangat refresentatif mengingat lokasi ini (antara Stadion dan Dome, red) merupakan sebuah kawasan srategis daerah”. jelas Supardi.

Supardi menambahkan bahwa ini adalah survey awal dan tidak menutup kemungkinan akan ditawarkan lokasi lainnya seperti mendekat ke Kawasan Water Front City maupun kawasan milik Pemerintah lainnya.

“Semua tergantung kepada kesepakatan survey hari ini. Dan setelah ini kita akan mengadakan rapat lanjutan lagi” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tita Deritayati berharap Rumah Adat Paser ini segera terbangun.

“Kegiatan hari ini adalah sebuah langkah positif dari janji Bapak Bupati untuk segera membangun Rumah Adat Paser di Kab. PPU. Mari kita dukung dan doakan bersama semoga di tahun 2018 segera terbangun” harap Tita.

Ditempat yang sama, Ketua LAP Kab. PPU Musa menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kab. PPU yang telah mengabulkan permohonan LAP tentang pembangunan Rumah Adat Paser.

“Ini adalah kerinduan kami sejak lama. Dan Alhamdulillah ada titik terang dengan adanya kegiatan survey pada hari ini. Dan kami berharap Surat Keputusan (SK) Bupati untuk penetepan lokasi segera dibuat, sebagai pegangan kami agar kami lebih yakin lagi akan janji Pemerintah Kab. PPU terhadap pembangunan Rumah Adat Paser ini” ungkap Musa.

Ditempat terpisah, Kepala Bapelitbang H. Alimuddin menjelaskan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Kab. PPU sudah berkomitmen untuk itu, dan alokasikan lahan dan ini bukan hanya sekedar janji Pemerintah saja. Karena selama ini Pemerintah selalu mendengung-dengungkan dukungan terhadap aktualisasi dan pelestarian Adat Istiadat dan Budaya Lokal Kab. PPU. Apalagi Adat Istiadat Paser sudah ditetapkan menjadi Unsur Budaya Kab. PPU

“Penetapan Lokasi kita persiapkan di tahun 2017 ini, dan Insya Allah di tahun 2018 pelaksanaan pembangunan fisiknya akan segera dilaksanakan. Dan kami berharap semua stakholder terkait dan pemangku kebijakan sama-sama saling mendukung terhadap rencana ini, baik dari segi penganggaran maupun hal-hal teknis lainnya. Selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas terkait untuk pembangunannya” jelas H. Alimuddin.

H. Alimuddin juga menambahkan bahwa pengelolaan Rumah Adat itu nantinya akan tetap di pegang oleh Pemerintah, mengingat lokasinya juga merupakan salah satu kawasan terpadu strategis daerah yang tidak mungkin dihibahkan.

“Kawasan Stadion ke depan akan menjadi pusat berkumpul dan pusat keramaian Kab. PPU. Akan ada panggung terbuka untuk kegiatan-kegiatan pentas seni maupun kegiatan publik lainnya. Maka dari itu, pengelolaan Rumah Adat kedepan kemungkinan akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disbudpar dalam konsep UPT Taman Budaya.” pungkasnya. (Helena)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *