RS Pratama, Wujud Perhatian Pemerintah Kepada Masyarakat Sepaku

Penajam, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PU) terus melakukan inovasi dan terobosan dalam pembangunan termasuk penghematan anggaran agar pembangunan tetap terlaksana, namun harus berkualitas dan tepat sasaran di antaranya pengerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama di Kecamatan Sepaku.

 

Sebagai contoh, penghematan yang dilakukan yaitu kegiatan penyiapan dan pematangan lahan untuk pembangunam RSUD Pratama Sepaku yang hanya menggunakan biaya Rp 76 juta, sementara jika digunakan dengan cara kontrak biasa maka akan menghabiskan biaya berkisar Rp 800- Rp 1 M.

 

Penghematan ini mencapai 80 persen dari skema proyek yang biasa dikerjakan dengan sistem lama yang harus menunggu pelelangan yang lama dan hasil pekerjaan kurang memuaskan.

 

RSUD Pratama Sepaku juga merupakan terobosan pembangunan yang sangat ditunggu masyarakat di Kecamatan Sepaku yang selama ini selalu mengalami kesulitan dalam persoalan mendapatkan layanan kesehatan, dikarenakan letak geografisnya yang cukup jauh dari RSUD di Penajam dan Rumah Sakit Balikpapan. Tahun 2017 persoalan ini mulai teratasi dengan berdirinya RSUD ini.

 

Bupati PPU Yusran Aspar menjelaskan, bahwa pembangunan RSUD Pratama ini adalah wujud perhatian Pemerintah kepada Masyarakat Kecamatan Sepaku dan ini juga berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kendati RSUD Pratama, namun dalam pelayanan, pihaknya akan mengusahakan semaksimal mungkin dan kualitasnya akan terus ditingkatkan agar pelayanan prima bisa terwujud di masyarakat.

“Terutama dalam hal tenaga medisnya, makanya saya takkan menolak jika ada dokter yang ingin tugas belajar agar kualitas dokter kita meningkat dan pelayanan juga meningkat. Saya berharap dengan adanya RSUD ini pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik,” harap Yusran.

 

Seperti yang diungkapkan Camat Sepaku Risman Abdul, masyarakat Sepaku tidak perlu dirujuk jauh-jauh, di mana pilihan rujukan masyarakat Sepaku jika sakit harus ke RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti di Samboja Kutai kartanegara dan RSUD Kanudjoso di Balikpapan.

“Kalau RSUD ini beroperasi saya berharap kualitas layanannya bisa ditingkatkan paling tidak setara dengan rumah sakit lainnya,” kata Risman Abdul.

 

RSUD Pratama Sepaku yang berdiri di atas lahan seluas 3 ha, terdiri atas : Ruang Bersalin, Ruang Rawat Inap, Ruang Klinik Gigi, Ruang Radiologi, Apotik, Depo Farmasi, Ruang Operasi, Ruang Jenazah, Laboratorium yang didesain dengan skema rumah sakit tumbuh yang kedepannya akan dapat dikembangkan dan ditingkatkan.

 

Kepala Dinas Kesahatan PPU dr Arnold Wayong, menjelaskan, bahwa sesuai dengan kondisi saat ini RSUD Pratama Sepaku akan menyediakan 10 tempat tidur dengan rincian 3 tempat tidur dengan 2 orang perawat. Listrik dan air bersih juga telah disediakan.

 

Lanjut Dr. Arnold, RSUD Pratama Sepaku membutuhkan SDM yang terdiri dari tenaga medis (dokter) 4 dokter umum untuk pelayanan medik dasar, 1 dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi dan 1 dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar. RSUD ini juga membutuhkan Tenaga kefarmasian, 1 orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi rumah sakit, 1 opoteker yang bertugas di rawat inap dan rawat jalan yang dibantu paling sedikit 2 orang tenaga teknis kafarmasian, dan 1 orang apoteker sebagai koordinator penerimaan, distribusi dan produksi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian rumah sakit.

“Sehingga sesuai perencanaan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, maka di tahun 2018 di Bulan April nanti kami pastikan RSUD ini beroperasi. Karena fasilitas dan alat medis telah siap kami belanjakan beserta dokter dan perawat yang akan bekerja memberikan pelayanan kesehatan yang diperlukan,” terang Arnold.

 

Pihaknya berharap kepada warga dengan beroperasinya RSUD ini kesehatan warga Sepaku akan terus meningkat. Kepada warga Sepaku terutama putra putri terbaik mereka yang memiliki kemampuan terkait bidang kesehatan baik dokter, perawat ataupun bidan akan mampu mengisi kekosongan tenaga medis yang diperlukan di RSUD ini. (Yaqin/Helena Lin Legi)