Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Rampung, PPU Tercepat di Kaltim

Penajam, Pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan membawa semangat baru dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional. Setelah puluhan tahun merdeka, akhirnya Republik Indonesia memiliki sebuah panduan dalam upaya menjalankan amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan. Hal ini sejalan pula dengan amanat Presiden Republik Indonesia agar memberikan peran strategis bagi kebudayaan nasional dalam pembangunan.

Adanya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan memberikan arah dan platform ke mana budaya daerah dan nasional mau dibawa. Selama ini, belum ada landasan strategis soal kebudayaan.

Mendikbud berharap pemerintah daerah menaruh perhatian dalam memajukan kebudayaan di daerah. Tahun depan, pemerintah pusat akan menggulirkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk bidang kebudayaan. Untuk itulah strategi pemajuan kebudayaan yang disusun dari akar rumput, dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian provinsi, dalam bentuk Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sampai tingkat nasional dalam bentuk Strategi Kebudayaan akan memainkan peranan penting dalam implementasi pemajuan kebudayaan di lapangan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PPU) Hj. Andi Israwati saat rapat finalisasi penyusunan PPKD Kab. PPU, Rabu (15/8) di ruang rapat Disbudpar PPU.

“Dalam penyusunan PPKD, terdapat 10 obyek pemajuan kebudayaan, yakni tradisi lisan, manuskrip, adat-istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Tim PPKD Kab. PPU terdiri dari beberapa unsur yaitu Disbudpar sendiri sebagai leading sektor, Dinas Pemuda dan Olahraga PPU, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan PPU, Lembaga Adat Paser PPU, sera beberapa seniman dan Budayawan PPU.

“Hari ini penyusunan PPKD kita sudah rampung. Setelah ini (besok) akan segera kita ajukan ke Sekretaris Daerah dan Pj. Bupati untuk dikoreksi dan di validasi. Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, PPU adalah yang tercepat dalam menyusun PPKD.” pungkasnya. (Helena)