Pemkab Usulkan Pembangunan SPBG

Penajam, Pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) diusulkan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Usulan ini dilontarkan setelah pengoperasian jaringan gas (jargas) rumah tangga yang pengerjaannya akan dimulai pada bulan depan. Tahun ini, PPU mendapat jatah pembangunan jargas sebanyak 4.002 sambungan rumah (SR), untuk lima kelurahan di Kecamatan Penajam.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah PPU Muhammad Sukadi Kuncoro menyampaikan, usulan pembangunan SPBG ke PT Pertamina (Persero) itu bakal berbarengan dengan permohonan pengadaan converter kit. Yakni, komponen khusus yang berfungsi mengubah pemakaian bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Pengadaan converter kit itu diperuntukkan kendaraan umum yang beroperasi di Kabupaten PPU.

“Insyaallah tahun depan kami usulkan. Karena di sini (PPU), masih banyak yang masih menggunakan BBM,” kata beberapa waktu lalu.

Usulan tersebut juga sejalan dengan semangat pemerintah pusat untuk melakukan konversi dari BBM ke BBG yang diklaim lebih hemat. Ada dua produk gas yang tengah dikembangkan untuk kendaraan bermotor, yakni gas alam terkompresi (CNG) dan liquefied gas for vehicle (LGV). Untuk harga CNG Pertamina yang bermerek dagang Envogas, memiliki komposisi gas metana (CH4). Angka oktan atau RON-nya 120 yang dijual dengan harga Rp 3.100 per liter setara premium (lsp). Sementara itu, LGV Pertamina bermerek dagang Vi-Gas, yakni BBG kendaraan bermotor, berupa campuran propane (C3) dan butane (C4) dengan angka oktan di atas 98. Harganya dibanderol Rp 5.100 per lsp.

Untuk harga BBM, dengan jenis premium yang memiliki nilai oktan 88 dijual dengan harga Rp 6.550 per liter, lalu pertalite yang memiliki RON 90 seharga Rp 7.600 per liter. Sementara pertamax dengan nilai oktan sebesar 92 dijual PT Pertamina (Persero) dengan harga Rp 8.900 per liter.

 “Menggunakan BBG bisa lebih hemat,” ungkapnya.

Untuk pembangunan jargas, Kuncoro mengatakan, Kabupaten PPU menjadi kabupaten pertama yang akan dilakukan pembangunannya di Kaltim. Karena pada proyek pembangunan jargas di Kaltim senilai Rp 119,1 miliar, ada tiga kabupaten/kota yang dipilih Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Yakni, Kota Balikpapan, Kabupaten PPU, dan Kota Bontang. Dengan jumlah 14.007 SR. Khusus untuk Kabupaten PPU, akan dilakukan pembangunan di Kelurahan Gunung Steleng, Kelurahan Penajam, Kelurahan Nenang, Kelurahan Nipahnipah, dan Kelurahan Sungai Parit.

“Pembangunan konstruksi diperkirakan lima bulan. Mulai Juni sampai Oktober 2018. Dan akhir tahun sudah bisa dioperasikan ke rumah-rumah,” kata dia.

Walau belum resmi dibangun, namun pihaknya sudah menyurati Kementerian ESDM untuk meminta tambahan jargas lagi untuk 2019. Ada 15 ribu SR yang dimohonkan untuk warga Kabupaten PPU. Khususnya yang bermukim di Kelurahan Lawe-Lawe, Kelurahan Giri Mukti, Kelurahan Petung, di Kecamatan Penajam hingga Kelurahan Waru di Kecamatan Waru.

“Harapan kami bisa 15 ribu diberikan. Karena kami juga daerah penghasil gas. Seharusnya proyek ini sepuluh tahun lalu sudah dibangun. Lewat CSR dari Chevron,” tandas dia. (KP/Helena)