Pemkab PPU Berharap Pelantikan Dilaksanakan di PPU

PENAJAM  –   Abdul Gafur Mas’ud dan Hamdam akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2018-2023 pada 20 September. Pelantikan bupati dan wakil bupati yang terpilih di Pilkada 2018 ini rencananya akan dilaksanakan di Samarinda. Namun, ada dari tim Abdul Gafur Mas’ud-Hamdam menyerukan agar pelantikan dilaksanakan di PPU.

 

Kabag Pemerintahan Setkab PPU Sardi mengatakan, aspirasi dari tim bupati dan wakil bupati terpilih tersebut telah ditanggapi oleh pemerintah daerah. Surat permohonan pelaksanaan pelantikan dilaksanakan di PPU telah ditandatangani oleh Pj Bupati PPU Bere Ali. Surat permohonan itu telah dikirim ke gubernur Kaltim pada Senin (3/9).

“Ada aspirasi dari masyarakat, meminta pelantikan bupati dan wakil bupati digelar di PPU. Surat permohonan itu sudah kita kirim ke provinsi pada hari ini (kemarin, Red.),” kata Sardi pada media ini, kemarin.

 

Ia berharap, Pemprov Kaltim cepat menanggapi surat permohonan tersebut. Apakah disetujui atau tidak paling lambat hari ini, (4/9). Pemerintah daerah pun telah membentuk panitia pelantikan bupati dan wakil bupati. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila pelantikan dilaksankan di Benuo Taka.

“Paling lambat besok (hari ini, Red.) sudah ada kepastian pelantikannya dimana. Apakah di PPU atau tetap di Samarinda. Kalau tidak ada kepastian, panitia di kabupaten susah melangkah. Jangan sampai kita sudah melakukan berbagai persiapan, tetapi pelaksanaannya tetap di Samarinda,” tuturnya.

 

Sardi menyatakan, sesuai dengan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota dilaksanakan di ibukota provinsi. “Kalau sesuai dnegan aturan yang ada, pelantikannya di Samarinda. Karena ada permintaan dari masyarakat, pelantikannya di PPU. Jadi kita ajukan permohonan ke gubernur,” pungkasnya. (Fadli/Helena)