Pembangunan Kuta Adat Paser Dimulai Pertengahan Juli 2018

Penajam, Proses Lelang Pembangunan Taman Budaya dan Kuta Adat Paser Penajam Paser Utara (PPU) telah selesai. Dan Penandatangan kontrak dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.795.968.000,- ini akan dilaksanakan paling lambat tanggal 5 Juli 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. PPU Supardi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/7).

“selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sudah harus penandatangan kontrak. Jika dalam 2-3 hari ini pihak pelaksana bisa menyelesaikan Jaminan Pelaksanaannya, maka penandatanganan kontrak bisa segera dilaksanakan” jelasnya.

Supardi menjelaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan waktu anggaran yang tersedia semaksimal mungkin agar sebelum berakhirnya tahun anggaran 2018 proses pembangunan bisa rampung.

“Perhitungan teknis sih 3 (tiga) bulan. Namun di dokumen lelang waktu yang tertera adalah 5 bulan. Untuk tahun ini yang diutamakam adalah pembangunan fisik pokok yakni ukuran bangunan seluas kurang lebih 60 Meter x 40 Meter dari rencana keseluruhan 80 meter x 100 meter. Pembangunan lanjutan dan bangunan pendukung lainnya akan menyusul tahun anggaran berikutnya” ungkapnya.

Supardi juga berharap agar cuaca mendukung selama proses pembangunan nantinya. Karena sebagian besar material pembangunan Rumah Adat ini menggunakan kayu ulin.

“mobilisasi material kayu dari hutan juga perlu proses karena menggunakan alat berat. Karena ini bukan kayu ulin ukuran biasa yang ready dipasaran. Semoga cuaca tidak hujan terus agar mobilisasi kayu-kayu tersebut bisa berjalan lancar sesuai harapan” kata Supardi.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati tentang rencana proses peletakkan batu pertama pembangunan Taman Budaya dan Kuta Adat Paser ini. Karena dalam kegiatan peletakkan batu pertama itu nanti ada ritual adat yang harus dilaksanakan.

“secara lisan sebelumnya sudah disampaikan kepada Lembaga Adat Paser PPU untuk mempersiapkan hal ini. Apa saja yang harus dipersiapkan untuk proses ritual adat peletakkan batu pertama ini.” kata Supardi.

Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Adat Paser PPU, Musa, mengatakan sangat berharap agar pembangunan ini segera dimulai secepatnya, mengingat waktu yang hanya tinggal beberapa bulan.

“harapan kita proses pembangunan bisa selesai sebelum bulan Nopember 2018, agar pelaksanaan Nondoi 2018 bisa dilaksanakan di Kuta Adat Paser itu nantinya. Untuk ritual adat peletakkan batu pertama segera kami diskusikan dengan Tetua Adat Paser yang ada di PPU.” harap Musa. (Helena)