PELAKU UKM DAN ASN DILARANG GUNAKAN GAS ELPIJI 3 KG

Penajam, Dinas Koperasi, Usahan Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melarang pelaku usaha warung makan menggunakan gas elpiji 3 kilogram (Kg).

Kabid Perdagangan, Diskukmperindag PPU Rusli mengungkapkan, pelaku usaha rumah makan yang dilarang menggunakan elpiji bersubsidi tersebut khusus yang memiliki omset puluhan juta rupiah.

“Pelaku usaha yang beromset puluhan juta rupiah jangan memakai elpiji 3 Kg,” kata Rusli, Sabtu (5/11).

 

Tak bisa dipungkiri, masih banyak pelaku usaha warung makan menengah ke atas masih menggunakan tabung melon. Diskukmperindag masih melakukan pendataan pelaku usaha yang masuk dalam kategori menengah ke atas. Kemudian pihaknya akan mensosialisasikan terkait sasaran utama penggunaan gas elpiji bersubsidi tersebut. Elpiji 3 Kg hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu dan pelaku usaha mikro atau kecil.

“Kasihan masyarakat yang kurang mampu kalau pelaku usaha menengah ke atas menggunakan gas elpiji 3 Kg. Kami terus berupaya agar elpiji 3 Kg ini tepat sasaran,” tuturnya.

 

Selain pelaku usaha beromzet puluhan juta, Diskukmperindag juga akan menyasar kalangan aparatur sipil negara (ASN). Rusli menyatakan, pihaknya sementara menyusun draf regulasi terkait larangan penggunaan elpiji bersubsidi untuk kalangan ASN. Setelah rancangan regulasi tersebut disusun, kemudian akan dikonsultasikan kepada Bagian Hukum Setkab PPU. Dan diharapkan menjadi produk hukum Pemkab PPU dalam bentuk peraturan bupati (perbup).

Namun, rancangan aturan pelarangan ASN menggunakan tabung melon ini akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada kepala daerah.

“Mudah-mudahan bisa disetujui oleh bupati,” harapnya.

 

Pelaku usaha menengah ke atas dan ASN dianjurkan menggunakan elpiji non-subsidi. PT Pertamina telah menyediakan dua pilihan bright gas kemasan 5,5 Kg dan kemasan 12 Kg. Selain itu, alpiji reguler kemasan 12 Kg juga masih tersedia. Untuk harga eceran untuk  bright gas 5,5 Kg sebesar Rp 65 ribu per tabung, bright gas 12 Kg sebesar Rp 142 ribu dan elpiji reguler 12 Kg sebesar Rp 140 ribu per tabung. “Diharapkan masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas beralih ke bright gas 5,5 Kg atau 12 Kg,” imbuh Rusli. (BP/Helena)