MUI PPU Deklarasi Gerakan Nasional Anti Narkoba

Penajam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Drs KH Hamri Haz melantik Dewan Pimpinan Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) di Kabupaten PPU Kamis (29/12), dalam sambutannya Hamri Haz mengatakan, istilah narkoba memang baru, namun jika dipelajari dalam sejarah kehidupan umat manusia barang-barang haram yang sejenis narkoba itu sejak dulu sudah ada, kalau dahulu dikenal dengan nama candu, heroin, candu dan lain-lain, kalau didalam alquran disebut dengan khamr, yang intinya adalah yang bisa memabukkan dan yang dilarang oleh agama.

“Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadisnya yang dipesankan beliau kepada Sayyidina Ali,    bahwa yang akan merusak sendi-sendi kehidupan umat manusia salah satunya adalah khamr, orang yang suka mengkonsumsi khamr yang pertama akan menimbulkan kerusakan dalam dirinya sendiri, kemudian kepada orang lain, dan banyak menimbulkan masalah mulai dari mabuk-mabukan dan kejahatan lainnya,” terang Hamri Haz.

Narkoba sekarang ini lanjutnya sudah merambah keman-mana dan disajikan dengan berbagai kemasan mulai dari bentuk aslinya, bentuk pil, minuman bahkan ada yang dikemas dalam permen sehingga bukan orang dewasa saja yang dapat mengkonsumsinya bahkan anak-anak SD pun bisa mengkonsumsi namun tidak disadari mereka, menjelang tahun baru ini saja telah ditemukan di beberapa tempat pabrik-pabrik pembuatan narkoba.

Karena hebatnya kerusakan yang ditimbulkan naroba ini menurutnya sampai-sampai bukan saja Indonesia bahkan duniapun sudah mulai mengeluh, karena narkoba sudah berkembang sedemikian pesatnya sehingga apabila masuk ke sebuah negara maka negara tersebut akan goyah, karena narkoba bisa mencetak mental-mental yang lemah bagi pemakainya, ini yang paling berbahaya.

Oleh karena itulah sambung Hamri Haz, MUI merasa berkepentingan untuk mencegahnya, lebih- lebih Indonesia, karena masyarakat Indonesia adalah pemeluk Islam terbesar sedunia, dan umat Islam di Indonesia ini terdiri dari berbagai suku dan bahasa dan tersebar di 13 ribu pulau lebih, dengn adat kebiasaan yang berbeda-beda, tetapi bisa menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kalau tidak ada usaha yang sungguh-sungguh dari elemen masyarakat untuk menahan laju masuknya penyebaran narkoba ini maka jangan berharap akan berkurang.

“Perlu kita wujudkan semboyan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak,” Zero Narkoba,” oleh karena itulah usaha ini perlu mendapat dukungan semua pihak, dalam arti bila masyarakat mengetahui kaluarga atau orang lain menjadi pecandu narkoba maka diminta untuk memberikan informasi kepda pihak berwenang agar bisa dilakukan rehabilitasi terhadap pecandu tersebut,” himbaunya.

Sementara itu Wakil Bupati PPU H Mustaqim MZ manambahkan, dalam skenario global, narkoba bisa merusak generasi bangsa, dari segi materi narkoba memang menggoda karena bila diperdagangkan akan meraih keuntungan besar, kondisi masyarakat yang miskin memang rentan untuk tergoda dan terjun menggeluti bisnis haram tersebut, apalagi kondisi sekarang yang serba pragmatis, materialist dan hedonis, ini sangant rentan dan mudah disentuh narkoba, jangankan yang miskin, yang kayapun masih tergoda.

Oleh karena itu lanjutnya, sangat tepat bila MUI Kabupaten PPU membangun perangkat berupa organisasi yang bernama Ganas Annar dan ini sangat tepat apalagi personilnya tidak diragukan lagi dimana yang diangkat menjadi ketuanya ialah Kompol Muhadi, ada 5 dari polisi, adapula dari Kementerian Agama dan sisanya dari komponen masyarakat lainnya yang memiliki kompeten.

“Dengan terbentuknya Ganas Annar di Kabupaten PPU ini kita harapkan dapat memberikan kontribusi positif sehingga kehidupan sosial masyarakat kita jauh dari pengaruh-pengaruh narkoba,” ujarnya. (Helena Lin Legi/Is)