Momentum Kartini, Sekda : Mari Memulai Pikiran Visioner Dari Diri Sendiri

Penajam, “Mudah-mudahan apa yang menjadi kelebihan figur seorang Kartini tersebut mampu menginspirasi kita semua, tentunya bukan saja pakaian dan konde yang dikenakan, tetapi sesungguhnya yang paling menarik dari figur Kartini adalah pemikiran dan sifat yang menjadi kelebihan beliau saat itu,”

Demikian sambutan lepas yang disampaikan oleh Sekretris Daerah Penajam Paser Utara (Sekda PPU) Drs. H. Tohar, MM saat memimpin apel tadi pagi di halaman Kantor Bupati PPU, Selasa (24/4).

Ada yang berbeda pada pelaksanaan apel pagi kali ini. Seluruh peserta apel baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Harian Lepas (THL) mengenakan pakaian kebaya bagi wanita dan baju batik bagi pria. Seluruh petugas pelpun terdiri dari wanita. Ini dilakukan dalam rangka memperingati hari kartini dilingkungan pemkab PPU.

Tohar juga mengatakan bahwa sosok Kartini seyogyanya mampu menjadi inspirasi banyak orang. Namun yang peling menarik, sosok Kartini adalah orang yang telah mampu memberikan pemikiran yang tembus batas, tembus masa, pemikiran yang jauh kedepan saat itu.

 

Ditambahkannya, bahwa Kartini hidup di zaman yang jauh berbeda dengan zaman yang ada saat ini. Saat itu sosok Kartini hidup di era penjajahan yang diketahui ketika itu banyak mengalami diskriminasi, sehingga banyak dari mereka tidak mendapatkan apa yang kaum pria dapatkan apalagi kaum bangsawan saat itu. Tetapi dari pemikiran Kartini yang tembus batas dan jauh kedepan saat itu, Kartini terus berusaha sedemikian rupa bahwa keberadaan kaum perempuan harus sama dan sejajar dengan kaum pria.

 

Padahal menurutnya, tentang isu-isu gender dengan era keberadaan Kartini itu sangatlah jauh. Oleh karena itu, pemikiran kartini lah yang tembus masa jauh kedepan tidak dibatasi ruang. Inilah yang perlu diketahui bahwa sosok Kartini tidak hanya memikirkan dirinya, padahal Ia adalah seorang bangsawan tetapi memikirkan banyak orang terutama kaum hawa.

“Ketika kita melakukan flash back peringatan apapun, apa yang dilebihkan dari suatu peringatan itu, itulah yang kita ambil bukan hanya monoton  berputar dari proses ke prosesi  begitu saja, ada makna yang kita petik betapapun kecilnya mari kita resapi bersama-sama, kita pararelkan hari kartini ini dengan membangun pemikiran bersama, membangun  pemikiran kolektif untuk memupuk kesuburan sebuah organisasi kita agar berkinerja yang baik.

“Kalau kita saat ini meluruskan barisan saja tidak bisa atau susah, bagaimana ingin punya pemikiran yang sama dengan Kartini. Selain itu pikiran yang biasa-biasa saja mari kita tinggalkan. Pemikiran yang cerdas,  cemerlang dan visioner sedikit demi sedikit coba kita terapkan mulai dari menata ruang kerja kita, kebersihan ruang kerja dan sebagainya. Itulah pemikiran pemikiran Kartini  yang perlu kita lakukan dalam lingkungan kita, Setidak-tidaknya pemikiran Kartini tersebut mampu menginsfirasi kita. “pungkasnya. (Humas6/Helena)