Lahan Relokasi Korban Longsor Telemow Telah Disiapkan

Penajam, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyediakan lahan seluas satu hektare untuk korban longsor di RT 6 dan RT 7, Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. Area eks longsor tersebut tidak memungkinkan lagi untuk ditempati karena masih rawan terjadi longsor susulan. Sehingga pemerintah daerah merelokasi korban bencana longsor tersebut.  Lahan seluas satu hektare yang berlokasi di belakang SDN 016 di Desa Telemow tersebut telah dibebaskan sebesar Rp 60 juta.

 

Pembebasan lahan itu tidak menggunakan anggaran daerah. Tetapi, anggarannya bersumber dari sumbangan dari berbagai kalangan yang dihimpun oleh posko tanggap darurat bencana longsor Desa Telemow.

“Sebelum lahan itu dibebaskan, terlebih dahulu kami melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah desa dan perwakilan korban longsor untuk menyepakati titik lahan tersebut,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Andi Dahrul, pada media ini, kemarin (6/5).

 

Bencana longsor yang merobohkan puluhan rumah terjadi 11 April lalu. Sebanyak 48 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Namun, sebagian besar korban longsor tersebut hanya mengontrak rumah. Pemerintah daerah memutuskan yang mendapatkan lahan kavlingan hanya pemilik rumah. Lahan untuk relokasi itu diberikan ke korban dalam bentuk hibah. Diantara 48 KK yang terdata sebagai korban longsor hanya 21 KK yang akan mendapatkan kavlingan.

“Tidak semua dapat kavlingan. Karena ada diantara mereka hanya status sewa atau kontrak saja. Nah, yang hanya menyewa tidak dapat kavlingan. Tapi hanya pemilih rumah,” terang Dahrul.

 

Pemerintah daerah tengah mengajukan bantuan untuk pembangunan rumah bagi korban longsor ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk mendapatkan bantuan tersebut, terlebih dahulu harus tersedia lahannya. Hal ini pun telah dipenuhi oleh pemerintah daerah dengan menyediakan satu hektare lahan relokasi korban bencana alam tersebut.

“Kita masih menunggu keputusan BNPB terkait dengan permohonan yang diajukan itu,” tutur Dahrul. (Helena)