KEMENAG PPU GELAR DIALOG LINTAS AGAMA

Dialog antar umat beragama digelar untuk menciptakan suasana kondusif di masyarakat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislative (Pileg), pada dasarnya pemerintah menyelenggarakan kegiatan ini adalah sebagai fasilitator dan masyarakat yang menjalankannya, sejalan dengan kegiatan perpolitikan saat ini yang terkesan rentan akan konflik sehingga perlu perhatian lebih dalam menyikapinya.

Hal tersaebut diungkap Kepala Kementerian Agama Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) H. Maslekhan saat membuka Dialog Lintas Agama dengan Berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi, bertema Peran Tokoh Agama sebagai penggerak dan menjaga kebersamaan umat dalam menghadapi Pileg dan Pilpres Tahun 2019, dihadiri Dandim 0913 PPU Kapten Letkol Mahmud, Kasat Babin kantibmas Polres PPU AKP Juhari sebagai memateri, Rabu (06/2) di Aula Kementerian Agama PPU.

“Terjadinya berbagai macam permasalahan saat ini antara lain salah satu penyebabnya adalah masalah perekonomian, disuatu daerah banyak kasus pembakaran kendaraan alasannya kesejangan ekonomi maka dari itu kiranya untuk skala nasional terkait maslah perekonomian harus sama-sama merasakan,” tandas Maslekhan sebelum membuka kagiatan tersebut.

Selain itu menurutnya masalah sosial juga bisa menjadi beban psikologis bagi masyarakat, apabila tidak dirawat dengan baik, demikian pula masalah budaya, oleh karena itu dengan kehadiran peserta mengikuti dialog lintas agama diharapkan hasilnya nanti akan menemukan solusi sehingga lebih bisa menjaga kerukunan antar umat beragama dengan baik, kerukunan yang dimaksud adalah antara lain  kerukunan internal agama ini perlu dibenahi, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan antar agama dengan pemerintah, dalam hal ini ia mengajak agar menjaga ukhuah insaniah atau ukhuah basyariah.

Sementara itu Dandim 0913 PPU Letkol Mahmud selaku narasumber juga menambahkan, Dialog Lintas Agama dengan berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi bertujuan untuk menciptakan Suasana aman, sasarannya bukan hanya menjelang Pileg dan Pilpres saja namun untuk seterusnya, mengapa lebih banyak melibatkan tokoh masyarakat karena tegas dia, orang yang ditokohkan bukan orang sembarangan akan tetapi orang yang memiliki peranan penting dimasyarakat sehingga keberadaan tokoh menjadi panutan oleh orang yang menokohkan.

Menurutnya, kegitan ini menjadi sebuah momen yang setrategis dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Indonesia (NKRI), untuk mengantar apa yang disampaikan terlebih dahulu kita simak gambaran kondisi wilayah Indonesia, Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar yang berada diwilayah Ekuator memiliki panjang pantai terpanjang ke dua di dunia, kekayaan yang sangat melimpah sehingga orang mangatakan Indonesia adalah surga yang ada di dunia, Indonesia adalah merupakan miniatur surga.

“Karena di Indonesia semua ada, mulai dari kekayaan laut, pertambangan, perkebunan dan lain-lain sehingga dapat memenuhi kebutuhan umat manusia sepanjang masa, dibanding negara lain tidak seperti yang dimiliki Indonesia sehingga banyak negara lain  yang bersaing ingin merebut kekayaan alam Indonesia, Kita khawatir satu saat nanti Indonesia akan menjadi perebutan bangsa-bangsa asing,” ungkap Dandim (Iskandar/Helena).