Kampung KB Inovasi Strategis Prioritas Program KKBPK

Penajam, penajamkab – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PPU) bekerjasama dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur dan Kodim 0913/PPU melaksanakan pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) dan TNI Manunggal KB Kesehatan tingkat Kab. PPU di Desa Api-Api Kecamatan Waru, Rabu (17/5).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab. PPU Riviana Noor dalam laporannya mengatakan bahwa Kampung KB merupakan salah satu kegiatan prioritas yang dapat menjadi pintu masuk bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah untuk lebih meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersama-sama secara terpadu berupaya mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan.

“Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program KKBPK secara utuh dilapangan. Kampung KB merupakan salah satu model miniatur pelaksanaan total program KKBPK bersinergi dengan BKKBN dan seluruh stakeholder terkait” jelasnya.

Adapun tujuan umum pembentukan Kampung KB ditiap Kecamatan di Kab. PPU, lanjut Riviana, adalah untuk meningkatkan kualitas keluarga dan amsyarakat melalui program Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBKP) yang terintegrasi dengan sektor pembangunan lainnya. Dan tujuan khususnya adalah membumikan dan menggelorakan kembali program KB, mendekatkan pelayanan KKBKP kepada keluarga, memantapkan delapan fungsi keluarga dalam aplikasi kehidupan, mengintegrasikan lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada keluarga, dan membangun rasa memiliki keluarga dan masyarakat terhadap program KKBKP.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur Eli Kusnaeli menyampaikan bahwa ini adalah pencanangan Kampung KB yang ketiga di Kab. PPU dan yang ke-30 di Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini Pemerintah sedang berupaya merevitalisasi program KKBPK agar dapat dirasakan manfaatnya oleh para keluarga dan masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah pinggiran, kumuh, daerah aliran sungai, padat penduduk dan wilayah nelayan di seluruh tanah air.

“semoga Kab. PPU bisa menajdi nomor satu Kabupaten yang tercepat dalam pencanangan Kampung KB disetiap kecamatan yang ada. Karena jika bisa menjadi nomor satu menyelesaikan pencanangan Kampung KB, adalah sebuah nomor yang mempunyai arti tersendiri.” harapnya.

Eli Kusnaeli melanjutkan, bahwa setiap kecamatan harus di upayakan memiliki minimal satu Kampung KB. Inti Kampung KB adalah implementasi dari bagaimana membangun dan memperkuat desa. Maka daripada itu Kampung KB harus menjadi perhatian kita bersama.

“saya melihat keceriaan, kesiapan masyarakat di Desa Api-Api ini Insya Allah menjadi model dan contoh Kampung KB bukan saja di kab. PPU diharapkan menjadi Kampung KB Unggulan di Provinsi Kalimantan Timur. Saya melihat itu, karena syarat pembentukan Kampun Kb adalah dengan data yang akurat, ada keinginan dan kemauan dari masyarakat karena Kampung KB dibentuk dari masyakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, dan ada dukungan dari unsur Pemerintah, baik dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Pemerintah Daerah” jelas Eli.

Eli berharap bahwa kegiatan ini bukan akhir, tapi merupakan awal dari sebuah kegiatan untuk membentuk dan membangun sebuah keluarga-keluarga yang lebih baik. Artinya, keluarga-keluarga yang ada di Desa Api-Api sudah baik, tapi mari kita jadikan lebih baik lagi yang pada intinya ingin menjadikan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

“Insya Allah di Kab. PPU, kebersamaan Pemerintah dengan masyarakatnya akan menjadikan masyarakat PPU yang bahagia dan sejahtera diawali dengan keluarga yang berkualitas akan terwujud tentu saja dengan arahan dan bimbingan serta perhatian dari Kepala Daerah dan seluruh OPD” pungkasnya.

Sementara Bupati Penajam Paser Utara dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Habring mengatakan bahwa keluarga yang mampu memenuhi 8 fungsi keluarga yaitu fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pelestarian lingkungan.

“pencanangan Kampung KB ini adalah sebuah langkah pendekatan kepada masyarakat agar dapat menerima layanan KB secara lebih cepat, sehingga kedepannya masyarakat mampu hidup lebih berkualitas agar program KB dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat terutama diwilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan masyarakat yang tidak memiliki akses fasilitas kesehatan” jelas Habring.

Selain itu, lanjutnya, Kampung KB merupakan momentum untuk menggerakkan kembali program KB karena merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga. Pencanangan Kampung KB ini harus dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan KB dalam rangka pembangunan keluarga sejahtera dan diharapkan mampu bersinergi dengan kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup baik di daerah itu sendiri dan daerah lainnya di Kab. PPU pada umumnya.

“saya ingin mengingatkan bahwa partisipasi semua pemangku kepentingan dan masyarakat mutlak diperlukan dalam pembentukan Kampung KB seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat itu sendiri. Partisipasi juga akan sangat membantu kesuksesan program tersebut. Hal terpenting dari pencanangan Kampung KB adalah gerakan-gerakan dari program KB melalui sosialisasi, komunikasi dan edukasi tentang program KB kepada masyarakat serta pelayanan KB ditingkat desa”

Habring berharap agar kegiatan ini tidak hanya sekedar kegiatan seremonial belaka. Namun hendaknya ditindak lanjuti dengan berbagai langkah yang nyata sehingga apa yang menjadi maksud dari kegiatan ini bisa terwujud.

Pencanangan Kampung KB dan TNI Manunggal KB Kesehatan di Desa Api-APi ditandai dengan pemukulan gong dan dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kab. PPU Syamsuddin Alie, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sutrisno, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Firmansyah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kab. PPU Surodal, Inspektur Inspektorat Kab. PPU Haeran Yusni, Kepala Binmas Polres PPU Juhari, Camat Waru Suminto, Danramil Waru dan sejumlah unsur pimpinan serta staf OPD se-Kab. PPU. (Helena)