Kampanye Imunisasi Measles-Rubella

Penajam – Bupati  Penajam Paser Utara, Yusran Aspar menerima jajaran Dinas Kesehatan PPU Selasa, (10/7) di ruang kerjanya. Rombongan dipimpin Kepala Dinkes Arnold Wayong bersama pendamping Dinkes, Frankie Hartanto dari Unicef Indonesia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pertemuan ini  ingin memperoleh dukungan langsung dari orang nomor satu di  PPU itu terkait pelaksanaan kampanye atau sosialisasi untuk pelaksanaan  imunisasi campak dan  rubella atau Measles Rubella (MR) yang akan dilaksanakan serentak pada Agustus dan September 2018 mendatang di PPU.

Dalam pertemuan itu Yusran Aspar sangat mendukung kegiatan yang merupakan program nasional tersebut. Dirinya mengharapkan agar teknisnya di lapangan nantinya betul-betul dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang ada sehingga target yang diharapkan dapat tercapai.

“Kami sangat mendukung program  nasional dari Kementerian Kesehatan ini. Tinggal pelaksanaannya agar dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga target yang diinginkan di PPU khususnya dapat tercapai,” ujar Yusran.

Yusran juga minta kepada bagian Humas Setkretariat PPU dan Dinas Kominfo yang juga  hadir dalam kesempatan itu, agar dapat membantu menyebarkan informasi penting tersebut kepada seluruh masyarakat Kabupaten PPU terkait pelaksanaan imunisasi campak dan rubella tersebut.

“Kami minta agar sebelum pelaksanaannya kegiatan ini  disosialisasikan sebaik-baiknya kepada masyarakat, salah satunya melalui informasi pemberitaan yang ada pada Bagian Humas dan Dinas Kominfo sehingga masyarakat tahu,” pinta Yusran Aspar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Arnold Wayong mengungkapkan pihaknya terus akan mengkampanyekan atau mensosialisasikan kegiatan vaksin campak dan rubella tersebut kepada seluruh masyarakat PPU  yang pelaksanaannya pada Agustus dan  September 2018 mendatang di  masing-masing Puskesmas se Kabupaten PPU tersebut.

Dijelaskan dia vaksin campak rubella ini sangat penting dilakukan karena salah satunya campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Bebernya, rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin Measles Rubella  adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.

Ditambahkannya, program dari Kementerian Kesehatan itu harus dilaksanakan untuk mencapai target nasional Indonesia bebas campak dan rubella 2020 mendatang. Dikatakan dia, untuk pulau Jawa dan sekitarnya pelaksanaan imunisasi campak dan rubella telah dilaksanakan pada Tahun 2017 lalu dan tahun 2018 ini pelaksanaan dilaksanakan serentak diluar pulau Jawa termasuk di PPU.

“Target kami di PPU 95 persen harus tercapai dari jumlah anak wajib imunisasi campak dan rubella yaitu usia 9 bulan hingga usia 15 Tahun,” kata Arnold.

Dikatakan Arnol, jumlah anak antara usia 9 bulan hingga usia 15 tahun di seluruh wilayah Kabupaten  PPU ada sebanyak 42 hingga 49 ribu anak. Jika pelaksanaan imunisasi dijalankan selama dua bulan antara agustus dan september mendatang,  maka diperkirakan pihaknya akan melayani imunisasi sebanyak lebih kurang 800 anak setiap  hari yang pelaksanaannya akan dilakukan dimasing-masing PuskesmasKecamatan se PPU.

“Pelaksanaan imunisasi campak dan rubella ini tidak dipungut biaya bagi seluruh masyarakat Kabupaten PPU dipersilahkan datang ke Puskesmas terdekat dimasing-masing Kecamatan yang ada di PPU pada bulan Agustus dan September mendatang,” pintanya. (Helena Lin Legi/humas6)