H-1 Surat Suara dan Bilik Suara Harus Tuntas Didisribusikan ke PPK

Penajam, Tahapan distribusi surat suara dan perlengkapannya yang telah didistribusikan adalah bagian yang cukup penting dari KPU D ke PPK atau masing-masing Kecamatan, sejak beberapa waktu yang lalu kami cek kesiapan masing-masing PPK selaku penanggungjawab kewilayahan di Kecamatan sudah siap dan menambah keyakinan kita untuk pasilitasi dan telah cek kembali terhadap petugas di Tiap Kecamatan bahwa mereka sudah siap di masing-masing kecamatan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) H Tohar selaku Ketua Despilkada pada Pelepasan dan Pendistribusian Surat Suara dan Bilik Suara dari KPUD ke tiap PPK di 4 kecamatan di hadiri unsure Pimpinan FKPD KAbupaten PPU, Senin (25/6).

“Terkait dengan distribusi ini kami dari Despilkada juga telah membagi personel bersama KPUD dan unsur pengamanan untuk menghantar logistic tersebut ke PPK, sehingga setelah ini tuntas di 4 PPK, Desk Pilkada sangat diharapkan ada supporting dan pengamanan maksimal juga harus diyakinkan bahwa logistic ini telah sampai ke alamat dengan aman, tertib dan lanacar kamudian di lokasi teramankan oleh personel yang sudah ditunjuk,” tegas Tohar.

Lebih jauh Tohar telah menyampaikan, bahwa ada beberapa kerawanan sehingga ada harus ada kesiapan dalam rangka identifikasi monitoring langsung, karena barangkali ada bagian dari struktur pengamanan yang lengah kemudain kurang cermat, itulah bagian yang harus dimonitoring, arahkan lanjut sehingga seluruh tahapan dan proses pelaksanaan ini mendapat keyakinan akan berjalan sebagai mana mestinya.
“Kami minta kepada Kepala Badan Kesbangpol untuk memberikan pengawasan maksimal dan memastikan pendistribuasian logistik ini telah sampai dengan sempurna, mudahan sinergi kami dengan beberapa komponen lain bisa memberikan supporting yang maksimal terhadap lancarnya, tertibnya dan suksesnya seluruh tahapan pelaksanaan pilkada dan hasilnya kita tunggu tunggu pada saatnya, atas nama pemerintah daerah kami menyampaikan pengahargaan yang setulus-tulusnya mudah mudahan sinergi ini akan tetap terjaga dan solid sehingga PPU dalam perhelatan Pilkada ini bisa berbangga hati dan mampu menelurkan pimpinan daerah yang refresentatif dengan tingkat partisipasi politik yang relative lebih tinggi,” harap Tohar.

Ketua KPUD PPU Feri Mey Efendi menambahkan, proses pendistribusian logistik ini menjadi atensi sejumlah kalangan karena memang saat ini berada pada kondisi rawan bagi KPU, karenanya logistik tersebut akan didistribusikan ke PPK, kemudian pada H-1 logistik tersebut harus sudah berada di PPS, kemudian H-1 juga harus sudah berada di TPS dan ada juga di hari yang sama pada waktu subuh.

Ia menambahkan, tahapan proses distribusi logistik ini sampainya di TPS tidak 100 persen sama, ada yang H-1 dan ada pula di hari yang sama, atau pada subuh pada sebelum proses pemungutan suara, ia berharap proses distribusi ini berjalan lancar, baik dan tidak ada hambatan, karena memang pada meeting kerawanan KPU, bahwa distribusi logstik dan kembalinya logistic, kepada PPK kemudian kembali ke KPU itu juga masuk pada potensi kerawanan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan seluruh stake holder untuk saling menjaga dan menyaksikan proses tahapan ini, yang pasti KPU sebagai penyelenggara melaksanakan tahapan ini, sedemikian trasnsparan, akuntabel dan tak ada unsur ketertutupan, masyarakat bisa menyaksikan langsung baik proses distribusi maupun proses pemungutan, proses rekapitulasi dan sampai pada proses penetapan, jadi semuanya terbuka, siapapun di TPS bisa menyaksikan proses pemugutan dan penghitungan suara,” kata Feri.

Wakapolres PPU Kompol Nina Ike Herawati menegaskan, pengamanan pelaksanaan Pilkada mendapatkan pengawalan dari Satuan Brimob Polda Kaltim sebanyak 1 Kompi atau sekitar 90 orang, krena ada atensi dari pimpinan yang menyebut ada eskalasi, mengingat sudah mendekati hari H ini dinilai agak sedikit rawan sehingga bertambah lagi ketebalan anggota, dari Polda sebanyak 280 personel.
“Untuk sisanya sebanyak 90 persen sudah datang dan sisanya lagi siang hari Senin sudah hadir, dari Sabhara berjumlah 100 personel, dari Brimob yang 90 persennya sudah kembali, kami nyatakan sejauh ini tak ada kendala, ini hanya sebatas mengantisipasi saja, kalau memanga nanti ada eskalasi yang meningkat sehingga lebih baik kita susah diawal dari pada menanggulangi dan ini hanya sebatas antisipasi saja,” tutup Nina (humas8/Helena Lin Legi)