Gardu Induk PLN Petung Diresmikan

Penajam, Bupati Penajam Paser Utra, Yusran Aspar mengapresisi rangkaian kegiatan PT PLN Persero Ranting Petung yang menggelar kegiatan peresmian gardu induk.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi Kabupten PPU, bermanfaat bagi Provinsi Kalimantan Timur, bahkan sangat bermanfaat bagi nasional. Hal ini diungkapnya saat Peresmian dan Pengoperasian Gardu Induk 150 KV Petung (30 MVA), PLTD Songka (5×1000 KW) dan Penyalaan Listrik Perdesaan di Kaltim, Selasa (9/1).

“Rasa kegembiraan ini sangat sulit saya ungkapkan, karena selama ini yang menjadi momok kita adalah PLN. Setiap saat sebelum PLN ini baik, hujatan selalu ada, baik melalui SMS, facebook dan lain sebagainya. Alhamdulillah saat ini yang seperti itu sudah tidak ada lagi, paling tidak sudah berkurang. Kita tahu bahwa PLN ini baik kepentingan daerah maupun kepentingan Kaltim, sangat luar biasa dan sangat diperlukan. Manakala listrik tercukupi daya tersedia, insya Allah investor tidak akan ragu-ragu masuk ke Kabupaten PPU,” ujarnya.

Selama ini menurutnya, yang menjadi kendala memang selalu yang ditanyakan investor adakah daya atau suplay daya listrik untuk industry, yang mereka ingin bangun di PPU. Pemerintah Kabupaten PPU, tambah Yusran, telah mempersiapkan kawasan industri di Buluminung. Persoalan yang utama adalah memang listrik dan air. Listrik Insya Allah manakala sistem Mahakam dan Sistem Barito sudah terhubung, daya listrik di Kabupaten PPU akan surplus atau kelebihan.

“Tapi saya juga berharap kepada PLN jangan sampai  ini menjadikan kita lalai dan lupa, manakala kita sudah cukup kita akan lengah. Tolong PLN juga bisa mengantisipasi ke depan, pertumbuhan penduduk di PPU ini, jangan sampai ketika diperlukan listrik ini kembali menjadi persoalan. Mudah-mudahan itu tidak akan terjadi di PPU,” tambahnya.

Ia berharap PLN dalam keadaan cukup, mereka sibuk menghadapi permintaan konsumen, keperluan investor dan siap menghadapi itu semua. Tapi dalam keadaan culup dia siap-siap berdamai dengan rakyat dengan masyarakat mengenai tarifnya, ia ingin ke depannya PLN bisa  mencukupi kebutuhan masyarakat. Dengan berhasilnya PLN ini, kata dia, maka terpenuhi sudah janji-janji saat kampanye dulu dan hal itu sudah terbayar semuanya.

“Berdasarkan laporan BPS, 100 persen rumah tangga di PPU sudah  menikmati aliran listrik, 98 persen oleh PLN dan 2 persen non PLN. Ini menjadi yang pertama di Kaltim, persolan listrik hingga ke desa-desa sudah terpenuhi. Ungakapan terima kasih kami sampaikan kepada PLN adalah benar-benar kelur dari lubuk hati yang paling dalam,” ujarnya.

Sementara itu Direktur PLN Regional Kalimantan Machnizon Masri menambahkan, peresmian gardu induk 150 Kv Petung yang sebenarnya sudah beroperasi sejak tahun 2017. Pekerjaan ini memakan waktu lebih kurang 2 tahun, dan kini listrik di Kabupten PPU ini disuplay dari Kalimantan Selatan melewati Tanjung, Kuaro, hingga sampai di gardu induk Petung, sekarang PLN sedang membangun transmisi PLTU Karyangao, Balikpapan ke Gardu Induk Petung. Ini ditarget akan selesai dalam 2 bulan kedepan, progresnya sekarang sudah berada diatas 60 persen.

Dengan beroperasinya gardu induk ini terangnya, sekarang listrik di Kabupaten PPU ini terbilang cukup dibanding saat disuplay oleh mesin-mesin dari PLTD, sejak beroperasionya gardu induk ini semua mesin PLTD dinonaktifkan, dan distandbaykan saja, Machnizon telah melapor bupati bahwa kondisi saat ini masih kurang aman, karena jika pembangkit PLTA di Kalimantan Selatan terjadi pemeliharaan, maka suplay listrik kembali disuplay oleh PLTD. (Helena Lin Legi)