DPKP Gelar Praktek Buka Lahan Tanpa Bakar

Penajam, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PPU) Drs. H. Tohar, MM membuka kegiatan Praktek Pembukaan Lahan Tanpa Bakar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Gunung Makmur Kecamatan Babulu, Rabu (05/12/18). Kegiatan Praktek Pembukaan Lahan Tanpa Bakar ini digelar oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kab. PPU bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kab. PPU dalam rangka mengurangi intensitas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten PPU.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia kegiatan Sapar, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Praktek Pembukaan Lahan Tanpa Bakar ini diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dimana kegiatan ini akan dilaksanakan dengan dibagi menjadi 2 bagian yaitu 100 orang peserta di wilayah Kecamatan Babulu dan 100 orang peserta lainnya di wilayah Kecamatan Penajam.

Sapar menambahkan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat atau petani tentang cara maupun teknik pembukaan lahan tanpa bakar.

“Selain itu, diharapkan juga para petani mampu menerapkan teknik pembukaan lahan tanpa bakar sehingga resiko terjadinya kebakaran hutan lahan di kab. PPU dapat di kurangi”, jelas Sapar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kab. PPU Drs. H. Tohar dalam sambutannya menyampaikan bahwa terkait pembukaan lahan yang dilaksanakan oleh masyarakat dengan cara dibakar sudah menjadi suatu kebiasaan dan dahulu hal ini bukan menjadi persoalan dan tidak menjadi isu yang besar.

“Namun, saat ini begitu ada titik panas yang berasal dari titik api atau titik panas lainnya, maka akan terkoneksi oleh Kementerian Lingkungan Hidup”, terang Tohar.

Tohar juga menegaskan bahwa kelestarian alam saat ini bukanlah pilihan tapi suatu keharusan dalam rangka memberikan daya dukung terhadap keberlanjutan makhluk hidup terutama manusia.

“Bisa dibayangkan ketika kita melakukan pembakaran hutan dan lahan pada suatu areal baik pertanian maupun perkebunan, berapa ekosistem dan habitat yang rusak maupun hancur. Inilah pentingnya kita membangun kesadaran bersama terutama kepada para petani dan para penyuluh untuk bisa membangun kesepahaman ini ke komunitas yang lebih luas bahwa pengolahan lahan dengan cara dibakar dalam rangka pertanian dan perkebunan sudah harus di hindari”, jelas Tohar.

Pada kesempatan ini, Tohar juga menghimbau kepada para penyuluh pertanian yang ada untuk menjadikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai sentral ilmu pengetahuan di bidang-bidang pertanian.

“Mari kita ciptakan BPP ini sebagai pusatnya ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian dan mari kita kelola fasilitas yang ada di BPP ini, sehingga memberikan nilai tambah kepada masyarakat kita khususnya kepada para petani”,pinta Tohar. (Ike Purwaningrum/Helena)