DP3AP2KB Menggelar Kegiatan Pembinaan Wirausaha Perempuan

Penajam, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten PPU berkerjasama dengan Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan peningkatan kewirausahaan perempuan bertempat di Aula Lantai I Sekretariat Kabupaten PPU pada 6/3/2018.

Kepala Bidang Pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender DP3AP2KB Kabupaten PPU , Yayu Eka Pratiwi mengatakan bahwa kegiatan ini adalah sebagai bentukĀ  komitmen Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk terus mendorong pertumbuhan wirausaha di Kabupaten PPU, terlebih wirausahaan perempuan yang turut membantu perekonomian keluarga, masyarakat dan sangat berperan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta kepala keluarga perempuan ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat khususnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

“pemberdayaan ekonomi rakyat seharusnya dimulai dari lingkungan keluarga yaitu membangun keluarga mandiri dan sejahtera . Kemampuan ekonomi keluarga menjadi tolok ukur seberapa besar keluarga tersebut mampu menopang ekonomi masyarakat, bangsa dan negara agar tercipta kehidupan yang mandiri dan sejahtera. Oleh karena itu diperlukan dukungan ekonomi masyarakat yang kuat sebagai cerminan kekuatan ekonomi masyarakat”, ujar Yayu Eka Pratiwi.

Yayu Eka Pratiwi berharap melalui pembinaan kewirausahaan perempuan ini dapat mendukung ekonomi keluarga yang berdampak pada penanggulangan kemiskinan.

“Dalam upaya penanggulangan kemiskinan Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI mengeluarkan SK nomor 58/Meneg.PP/XII/2001 tentang peningkatan produktivitas perempuan ( PPEP ) yang bertujuan untuk mensinergikan seluruh kekuatan yang ada baik sektor pemerintah dan non pemerintah,LSM, ormas, perguruan tinggi dan kalangan perbankan untuk bersama-sama terlibat dalam pengembangan dan pelaksanaan kebijakan tesebut mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat”, ujar Yayu (Helena/Dian)