BUPATI BANGGA PADA YAYASAN HIDAYATULLAH

Penajam,  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Abdul Gafur Masud (AGM) bangga kepada segenap pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah PPU yang telah mampu menghadirkan sebuah lembaga pendidikan agama bagi generasi muda.

Hal ini diungkapnya pada peresmian gedung SD Islam dan Peletakan Batu Pertama pembangunan Gedung Dakwah Hidayatullah Ponpes Hidayatullah oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi, berlangsung di Jalan Silkar Kilometer 2,5, Desa Girimukti. Kecamatan Penajam, Kamis (27/2).

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kaltim yang telah menyalurkan bantuan keuangan serta sumbangan Wagub Kaltim berupa 500 Zak semen, untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah di Ponpes ini, karena pada dasarnya terdapat 3 komponen penting dalam menentukan mutu pendidikan sekolah yaitu sumberdaya menuasia yang terdiri atas guru, siswa dan masyarakat, manajemen pengajaran serta komponen yang terakhir adalah sarana dan prasarana” terang Bupati.

Menurutnya sarana dan prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar, hal ini menujukkan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas belajar siswa, misalnya saja sokolah yang berada di kota yang sudah memiliki fasilitas laboratorium komputer, maka anak didiknya secara langsung dapat belajar komputer, sedangkan sekolah yang berada di desa tidak memiliki pasilitas itu dan tidak tahu bagaimana cara menggunakan komputer kecuali mereka mengambil kursus diluar sekolah.

Kemudian lanjut AGM, dalam mengelola sarana dan prasarana sekolah dibutuhkan suatu managemen administrasi yaitu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pengoperasian dan pengawasan, apa yang dibutuhkan oleh sekolah perlu direncanakan dengan cermat, berkaitan dengan sarana dan prasarana yang mendukung semua proses pembelajaran.

Ia berharap dengan adanya gedung yang refresentatif ini, SD Islam Almuzzammil Hidayatullah semakin maju, utamanya dalam pembentukan pribadi masnusia menurut ukuran normatif, karena pada dasarnya sekolah merupakan lembaga sosial yang keberadaannya merupakan bagian dari sistem sosial bangsa yang bertujuan untuk mencetak manusia susila yang cakap, domokratis, bartanggung jawab, beriman dan bertakwa, sehat jasmani maupun rohani, memiliki keterampilan berkepribadian yang mantap, serta mandiri agar tujuan tersebut dapat tercapai maka dibutuhkan kurikulum yang kuat, baik secara infrastruktur maupaun suprastruktur.

“Kurikulum ini yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman dan melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran khususnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam kegiatan belajar dan mengajar, agar bisa menerapkan sistem pendidikan yang baik dan mencetak serta memunculkan genrasi penerus bangsa yang berkualitas, agar mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara” pungkas  AGM (humas8/Helena)