Bupati : Ayo Bersatu Lawan Teroris

Penajam, Kepolisian Resort (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pemusnahan hasil penyitaan minuman keras di Mapolres Penajam Paser Utara (PPU) Senin, 14/5 di saksikan Bupati Penajam Paser Utara Drs. H. Yusran Aspar, M.Si, Dandim 0913/PPU Letnan Kolonel Dwi Imam Subagyo, Kepala Kejaksaan Negeri PPU Darfiah, Sekretaris Daerah PPU Drs. H. Togar, MM, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Arnold Wayong dan sejumlah pejabat daerah PPU lainnya.

Usai pemusnahan minuman keras dari hasil kegiatan Polres PPU, Bupati PPU H Yusran Aspar menghimbau kepada masyarakat terutama generasi muda PPU agar jangan mengkonsumsi miras dan narkoba.

“Kita meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bekerjasama mencegah perdagangan Miras, Penyalah gunaan Narkoba dan melawan aksi terorisme, jangan semua persoalan keamanan dilimpahkan kepada pemerintah dan aparat, karena jumlah personel kita terbatas,” pinta Yusran.

Terkait aksi teroris yang terjadi di berbagai tempat, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu melawan Aksi teroris. Yusran mengutuk aksi peledakan bom yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya aksi-aksi bom bunuh diri tersebut adalah tindakan aneh. Mengapa harus perang dengan bangsa sendiri, kalau mau perang kata dia perangi pemasok narkoba itu, bunuh dengan niat fisabilillah, kalau itu lanjutya patut diacungi jempol, itu baru militan namanya, ini militan apa kalau membom yang mengakibatkan terbunuhnya orang-orang tidak berdosa.

“Sesama kita kok membunuh, menurut saya itu adalah biadab, untuk mengantisipasi supaya hal serupa jangan terjadi di  PPU tentu harus dimulai dari kesadaran dan pendidikan tentang  wawasan nusantara, dan wawasan kebangsaan, keberadaan kita memang berbeda dan kita tidak bisa dijadikan satu model, sebagai kepala daerah, saya menyadari betul bahwa banyak diantara sesame kita terkadang ada yang saling benci itu wajar, tapi janganlah  kita menebar kebencian, apalagi dengan cara-cara yang salah, tidak bisa kita ini sama model, kepala jumlahnya ribuan tidak mungkin kita bisa sama, lain kepala lain isinya,” tukas dia.

Dikesempatan yang sama Kapolres PPU AKBP Sabil Umar mengatakan, berhubungan dengan aksi peledakan bom, jauh sebelumnya pihak kepolisian telah melakukan kegiatan pengamanan, setiap minggu pagi baik Polri maupun TNI selalu melakukan patroli full time.

”kita melakukan pengamanan di setiap gereja-gereja, kita selalu perintahkan agar setiap Minggu pagi itu anggota Polri dan anggota TNI melakukan pengamanan dan kita juga melaksanakan patroli di gereja-gereja, jadi kita Insya Allah sudah antisipasi dari jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Sabil Umar menghimbau kepada seluruh pengurus gereja yang ada, kalau seandainya ada melihat atau mengalami hal-hal yang mencurigakan, segeralah memberi tahukan kepada aparat, baik dari TNI maupun Polri, silahkan koordinasi dengan Kelurahan dan kepala desa, berikan informasi kepada Babinsa, Babinkantibmas yang ada diwilayah keluraha/daesa, ia mengajak agar komponen masyarakat saling memberikan informasi, kalau seandainya disatu wilayah, terdapat warga pendatang baru yang belum melaporkan keberadaannya maka segera disampaikan kepada Ketua RT atau kelurahan dan kepala desanya, atau kepada Babinsa maupun kepada Babinkantibmas yanga ada

“Kita saling menjaga  saling memantau dan saling memperhatikan, kita tidak ingin tindakan radikalisme terjadi di wilayah kita, terkait keberadaan pendatang baru kita sudah melakukan kordinasi dengan pihak Dinas Dukcapil dengan kegiatan KKYD seperti yang dilaksanakan baru-baru ini, sasarannya adalah,  miras, senjata tajam, maupun keberadaan pendatang baru yang tidak melapor kepada pihak berwenang. Demikian pula kelompok warga yang kumpul-kumpul  kita tanyakan. Saat ini kita melakukan menebalan pengamanan di tiap-tiap gereja, kami mengerahkan minimal 2 personel polisi disetiap gereja dan selebihnya kita lakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutup Umar. (Is/Helena).