Bere Ali Pimpin Apel Perdana Menjabat di Halaman Pemkab

Penajam, Penjabat Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Bere Ali memimpin apel perdana dihalaman Kantor Bupati Senin (6/8), dalam sambutannya Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Apel, keberadaanya sebagai Penjabat Bupti hingga dilaksanakannya Pelantikan Bupti Terpilih Abdul Gafur Mas’ud dan Wakil  Bupati Terpilih Hamdam pada 20 September 2018 akan datang, Bere Ali resmi sebagai Penjabat Bupati PPU sejak berakhir nya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati PPU H Yusran Aspar dan H Mustaqim pada 31 Juli 2018 lalu.

“Saya mendapatkan amanat bagi keberlangsungan jalannya pemerintahan di Kabupaten PPU, oleh kerena itu sesingkat apapun waktu yang saya miliki untuk bersama-sama dengan saudara sekalian saya mohon kerjasama dari kita semua dan saya mohon partisipasi dan dukungannya sehingga waktu yang singkat itu mampu saya dan saudara sekalian untuk memberikan makna memberikan manfaat sekecil apapu dan sesingkat apapun waktu yang kita miliki untuk pelaksanaan pembangunan, pelaksanaan pemerintahan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ini lanjut dia harus terus berjalan, tidak melihat sejauh mana dan kapan bupati terpilih hasil pemilihan kepala daerah kemarin hingga dilantik, oleh karena itu kesempatan ini menurutnya Bere Ali harus dimanfaatkan, ia meminta kepada seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) agar saling kerjasama, saling mendukung untuk terwujudnya program-program didalam menuntaskan semua yang telah menjadi target kinerja, karena setiap aparatur ada perjanian kinerja yang harus diselesaikan dalam setiap tahapan dan waktu yang telah ditentukan.

Tahapan-tahapan yanga harus di lakukan tegasnya, itu ukuran akhirnya adalah berakhirnya Tahun Anggaran, saat ini sudah berada pada Bulan Agustus artinya penyelenggaraan pemerintahan berada pada tri wulan ke-tiga pelaksanaan program Tahun Anggaran 2018, kalau dilihat dari sisa timing waktunya maka tri wulan ke-tiga itu terrealisasi, maka program-program nasional yang ada di daerah, dan program provinsi yang ada di Kabupaten atau program Kabupaten sendiri harus sudah mencapai progress diatas 50 persen.

“Saya yakin dan percaya progres yang kita capai saya kira selalu beriringan dengan perjalanan waktu yang terus bergulir, dia tidak pernah memberi tahu kapan harus berhenti, dia tetap berjalan 24 jam satu harinya, apapun yang harus kita capai pada hari ini barang kali yang sangat penting dalam konteks itu saya ingin menyampakan bahwa ini amanah rakyat dan Negara, yang harus kita emban, bangsa ini memiliki potensi untuk maju dan kondisi ini luar biasa, kekayaan sumbaer daya alam dan sumber daya manusianya, system pemerintahan yang sudah bagus, lalau kemudian terciptanya daya saing kita sudah berada pada posisi relative baik manakala sudah pada posisi midle ke atas,” sebutnya.

Berarti menurutnya ada sesuatu yang harus dilakukan yakni akselerasi percepatan ke depan sehingga prakondisi terwujudnya kinerja yang bagus, itu harus mampu dimaksimalkan, pertanyaannya adalah siapa pemeran utama dari upaya untuk mewujudkan pra kondisi itu sehingga menjadi lebih baik, pemeran utamanya adalah ASN yang ada di tingkat birokrasi.

“Kita bersyukur bukan siapa-siapa yang ada disini seperti saya, Sekda, Asisten dan para Staf kita diberi amanah untuk melaksanakan prakondisi itu sehingga kinerja terus meningkat dari waktu-kewaktu, diluar sana banyak yang menginginkan menjadi ASN namun belum diberi kesempatan, namun kita yang dipercaya, maka dari itu saya mengajak kita semua mari dalam kesempatan ini untuk memberikan arti bahwa peran yang kita dapat dan nikmati adalah merupakan rantai birokrasi yang kita miliki, tak ada rantai yang tidak penting semua dapat memberikan makna terhadap pelaksanaan pembangunan dan kinerja kita sehingga dapat dirasakan masyarakat,” tutupnya (Is/Helena)