Apoteker Wajib Ikut Mengendalikan Penyalahgunaan Obat Terlarang

Penajam, Pembentukan organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Penajam Paser Utara (PPU) memiliki makna yang penting dan strategis dalam peningkatan taraf hidup kesehatan dimasyarakat, hal ini telah diketahui bersama, Kabupaten PPU adalah daerah yang masih remaja, sehingga pemerintah daerah memandang perlu adanya partner atau mitra dalam rangka membangun dan mengembangkan daerah ini ke arah yang lebih maju seperti yang dicita-citakan bersama.

Hal tersebut diungkap Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik pada Sekretariat Kabupten PPU H Firmansyah pada Pelantikan Pengurus Cabang IAI Kabupaten PPU Periode 2017-2021 oleh Ketua Pengurus Daerah IAI Kaltim, di Aula Lantai 3 Kantor Bupati, dihadiri Perwakilan Dinas Kesehatan, PMI Kabupaten PPU, dan pejabat lainnya, Sabtu (29/7)

“Disamping itu, pembentukan organisasi IAI sebagai salah satu organisasi profesi, jangan berhenti hanya sekedar pembentukannya saja, tetapi lebih jauh dari itu saya berharap, hendaknya pembentukan organisasi IAI di Kabupaten PPU ini dapat memberikan makna dan  kontribusi yang berarti terhadap akselerasi pembangunan di daerah ini,” tegas Firmansyah.

Sebagai salah satu tenaga kesehatan, menurutnya apoteker tidak boleh lekas puas tetapi harus selalu belajar, karena semua harus tahu bahwa ilmu kesehatan selalu berkembang, selain itu juga, fenomena sekarang ini hampir di seluruh Indonesia, banyak penyalahgunaan obat, sementara obat yang seharusnya untuk kesehatan malah digunakan untuk kegiatan lain.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan serius oleh IAI, termasuk tentang penyalahgunaan obat narkotika, terutama dalam memberikan pemahaman terhadap arti pentingnya hidup sehat di masyarakat untuk masa depan dan peningkatan Sumber Daya Manusia anak-anak di PPU kelak.

“Oleh karenanya, kepada para pengurus yang akan mengelola organisasi ini, harus dapat memahami peran masing-masing sehingga dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan arah yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mencapai tujuanya,” ujar Firmansyah.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Kalimantan Timur M Nasruddin mengatakan kepada pengurus yang baru bahwa disitu terdapat berbagai tugas-tugas yang baru yang sekaligus merupakan sebuah tantangan baru sehingga sebagai sebuah organisasi profesi tentu tidak bisa bekerja sendiri perlu kordinasi dengan berbagai jajaran organisasi profesi yang yang lain dalam menjalankan dan mendukung program-program yang dijalan kan pemerintah.

“Baik itu program dari pemerintah pusat maupun program pemerintah daerah agar dapat berhasil dalam menuju  Indonesia sehat yang berkaitan dengan bidang keparmasian, hal ini kita tentu support dari organisasi yang  lain, itu kita perlu menjalin kerhjasama kemitraaan dengan instansi lain agar tercipta hubungan dan komunikasi yang  baik,” terangnya.

Sedangkan ketua Pengurus IAI Kabupten PPU yang baru Bintoro Hadi Winaryo menambahkan bahwa saat  ini kepengurusan IAI di Kabupaten PPU sudah memamasuki perioda kepengurusan pada periode kedua untuk Kepengurusan, yang semula beranggotakan hanya 13 orang dan kini telah bertambah menjadi 33 orang, ia berharap  untuk kedepannya akan semakin beratambah lagi

“Beberapa kegiatan yang telah kami lakukan di kepengurusan sebelumnya akan kami tingkatkan lagi untuk kepengurusan berikutnya dan semoga kita bisa menjalin kerja sama antara pengurus-pengurus organisasi dan instansi kesehatan lainnya kemudian, kita akan mengembangkan inivasi kami dan kami akan lebih mengeadepankan program yang berkaitan dengan profsi kami sebagai apoteker di PPU, kami berenacana akan masuk ke sekolah-sekolah dan masyarakat untuk  mengenalkan berbagai jenis obat, dan pentingnya posisi kami dalam mengenalkan obat-obatan kepada masyarakat dan siswa sekolah,” ujarnya (Helena)