Al-Asnan Terpilih Sebagai Ketua BPAN Daerah Kab. PPU

Penajam, BPAN adalah organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang bersifat otonom. BPAN berfungsi sebagai wadah berhimpunnya pemuda-pemudi adat nusantara yang merasa senasib, sepenanggungan, seperjuangan dan setujuan, sebagai wadah kaderisasi dan peningkatan kapasitas pemuda-pemudi adat nusantara, sebagai wadah untuk menampung, memadukan, menyalurkan dan memperjuangkan solidaritas dan aspirasi pemuda-pemudi adat nusantara. Organisasi dan kaderisasi pemuda adat yang diorganisir secara nasional.

Anggota Barisan Pemuda Adat Nusantara adalah pemuda-pemudi adat yang berusia dari 17 sampai 35 tahun yang berasal dari komunitas Masyarakat Adat di 7 region nusantara (Papua, Kepulauan Maluku, Bali-Nusra, Sulawesi, Jawa, Kalimantan dan Sumatera) yang menyetujui statuta Barisan Pemuda Adat Nusantara. BPAN dibentuk sebagai salah satu kesepakatan dalam Jambore Nasional Pemuda Adat Nusantara yang dilaksanakan tanggal 27-31 Januari 2012 dan dideklarasikan pada 29 Januari 2012 di Curuq Nangka, Bogor.

Melalui Jambore Daerah I Barisan Pemuda Adat Nusantara Kab. PPU yang diselenggarakan di Kampung Selimbung Kelurahan Buluminung 27-28 Januari 2018, melalui proses demokrasi (musyawarah mufakat) mengantarkan Al -Hasnan, Pemuda Paser asal Kampung Selimbung ini terpilih dan didaulat menjadi Ketua Daerah Barisan Pemuda Adat Nusantara Kab. PPU.

Ketua BPAN Wilayah Kalimantan Timur Muhammad Nafis mengatakan, untuk Probinsi Kalimantan Timur baru 2 Kabupaten yang membentuk kepengurusan BPAN, yaitu Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Dengan terbentuknya BPAN Kab. PPU, saya berharap para Pemuda Adat mampu mencetak pemuda-pemuda adat yang bermartabat secara budaya, berdaulat secara politik dan mandiri secara ekonomi dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia” harap Nafis.

Sementara itu Ketua Lembaga Adat Paser Kab. PPU, Musa yang juga merupakan Pemgurus AMAN Kaltim menjelaskan bahwa BPAN Daerah Kab. PPU dibentuk untuk persiapan Jambore Nasional (jamnas) BPAN dimana Kalimanatan Timur ditunjuk sebagai tuan rumah dan akan mengambil lokasi di Kab. PPU pada bulan Apri 2018 mendatang.

Musa berharap BPAN Daerah Kab. PPU mampu menjadi tuan rumah yang baik. Mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin.

“BPAN bukan hanya untuk pemuda adat Paser. Oleh karena itu saya mengajak seluruh pemuda adat etnis lain yang ada di Kab. PPU untuk bergabung di BPAN Daerah Kab. PPU. Apalagi nanti kita akan jadi tuan rumah jamnas BPAN.” Jelas Musa.

Musa menambahkan bahwa selaku penasehat BPAN Daerah PPU, membuka kesempatan bagi pemuda-pemuda Kab. PPU yang mempunyai visi dan misi melestarikan seni dan budaya daerahnya dan siap berjuang bersama Masyarakat Kab. PPU mempertahankan hak-hak masyarakat Adat, untuk bergabung di BPAN Daerah Kab. PPU.

Ditempat yang sama, Ketua BPAN Daerah kab. PPU terpilih Al-Asnan menyatakan siap untuk menjalankan amanat yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua.

“Langkah awal yang akan saya laksanakan adalah membentuk Sekolah Adat di Kab. PPU. Dan kami siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kab. PPU dalam program pengembangan dan pelestarian seni budaya di Kab. PPU khususnya menegakkan Perda Kab. PPU Nomor 4 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung pasal 27 dimana Persyaratan arsitektur bangunan gedung meliputi persyaratan penampilan bangunan gedung, tata ruang dalam, keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya, serta mempertimbangkan adanya keseimbangan antara nilai-nilai adat/tradisional sosial budaya setempat terhadap
penerapan berbagai perkembangan arsitektur dan rekayasa” jelasnya.

Ia berharap agar seluruh bangunan gedung dan fasilitas umum Pemrintah Kab. PPU segera menggunakan ornamen Khas Paser. (Helena Lin Legi)