Bupati AGM Mebuat PPU Bersinar

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Abdul Gafur Mas’ud (AGM) memprogramkan PPU bersinar yang merupakan program pemikirannya bersama teman – teman yang ada di Indonesia.

“Ini adalah Program pemikiran AGM bersama teman – teman yang ada di Indonesia untuk memerangani kegelapan yang masih dirasakan oleh masyarakat di wilayah PPU. Selain itu, diorganisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ada juga program untuk memberantas atau memerdekakan masyarakat dari kegelapan seperti ini,” ujarnya.

Dibeberkannya, di PPU dari data yang didapatnya masih ada sekitar 3 ribu rumah warga yang betul – betul masih dijajah kegelapan, karena tidak teraliri listrik. Maka solusi yang paling tepat adalah menghadirkan program PPU bersinar ini, yaitu berupa pemberian seperangkat lampu hemat energi, saklar dan sumber daya listrik dari accu atau aki.

“Separangkat lampu hemat energi ini dapat menyala selama satu bulan dan accu atau aki hanya dicharger atau cas isi ulang sumber daya selama tiga saja untuk pemakaian satu bulan selanjutnya,”tukasnya.

Menurutnya, program PPU bersinar ini merupakan salah satu solusi yang paling cepat untuk memerdekakan masyarakat  PPU dari kegelapan itu adalah dengan program ini.

“Mohon doanya nanti insya Allah dalam satu tahun ini PPU betul – betul bebas kegelapangan, sambil kita menunggu program dari PLN untuk menyambungkan aliran listriknya ke rumah-rumah itu,” ucap AGM.

Jadi lanjutnya, bantuan seperangkat lampu penerangan ini sifatnya hanya sementara, sebab pasti dari PLN akan turun juga memberikan aliran listrik. Apalagi beberapa waktu secara diam – diam dirinya ke rumah warga masih didapati warga yang menggunakan lampu yang berbahan bakar solar atau pelita. Maka dengan program ini masyarakat dapat terbantu dan bahagia tidak lagi gelap – gelapan.

“Seperangkat lampu penerang hemat energi itu kami berikan secara cuman yang sumber dayanya bukan dari APBD atau APBN tapi dari dana pribadi kami. Dimana satu rumah mendapatkan lima buah lampu, digunakan untuk menerangi teras rumah, ruang tamu, dua kamar tidur dan dapur. Insya Allah program ini akan terus berjalan sebab dari data yang masuk kemarin itu kurang lebih hampir 3 ribu rumah yang kami data dari pemerintahan,”urainya.

Selain itu, tambah AGM, patut menjadi kebanggaan bersama separangkat lampu – lampu ini merupakan produk buah tangan atau ciptaan sejumlah siswa di SMKN 2 Penajam, mereka tidak saja membuatnya namun buah karyanya juga menjadi solusi untuk masyarakat agar bebas dari kegelapan.

“Satu paket atau seperangkat lampu hemat energi lengkap dengan accu, kabel dan saklarnya itu seharga Rp1,5 juta, namun diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan secara gratis. Dan dalam hal pengawasan serta pemeliharaan, kelak akan kami bentuk oraganisasi ditingkat Kecamatan hingga kelurahan/ desa, sehingga masyarakat bisa mencharger accunya termasuk dalam hal perbaikan perangkat penerang tadi,”pungkasnya. (NK/Helena)