DINAS P3AP2KB TERUS GALAKKAN SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING

Penajam, Stunting adalah sebuah kondisi para balita disuatu daerah mengalami kekurangan gizi yang berakibat kurangnya tinggi badan dan pertunbuhan yang terhambat, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya meminimalisir kondisi tersebut, Kabupaten PPU merupakan salah satu dari sekian banyak kabupaten kota di Kaltim yang dikategorikan sebagai lokus penanganan stunting, diawali dari 2018, dari 100 kabupaten kota se Indonesia maka Kabupaten PPU dijadikan lokus stunting.

Hal ini di jelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten PPU Ir Riviana Noor pada Sosialisasi Implementasi Proyek Perubahan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting, Selasa (8/10).

Dijelaskannya dari 30 desa di PPU ada 10 desa diharapkan bisa menjadi kawasan bebas Stunting, untuk itulah salah satu strategi nasional yang dicanangkan Presidaen RI Joko Widodo meminta agar segera isu stunting di Indonesia harus ditangani, demikian pula stunting di Kabupaten PPU.

“Hal inilah  yang mendasari saya untuk mengangkat kasus stunting di daerah kita ini menjadi salah satu proyek perubahan saya, karena memang kasus stanting ini sangat up to date, sangat factual dan strategis agar mendapat perhatian serius, karena sudah menjadi isu tingkat provinsi bahkan isu nasional,” ungkap Riviana.

Ditambahkannya, hasil Riset Kesehatan Dasra (Riskesda) dimotori Kementerian Kesehatan pada 2018 lalu mencatat kasus stunting di Kabupten PPU berada pada angka 31 persen, jika diasumsikan maka jumlah balita di PPU adalah 11 persen dari total penduduk PPU sebanyak 18 ribu balita, dari jumlah tersebut telah dilakukan sampel pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan sebanyak 30 persen jadi kurang lebih 5.500  balita di PPU sehingga didapat jumlah 1.700 balita yang dinyatakan stunting

Makanya terang Riviana kenapa Kabupaten PPU dikategorikan sebagai daerah lokus stunting, dikatakan terdampak stunting satu daerah jika 30 persen balitanya mengalami stunting, sebagai laporan maka Dinas Kesehatan Kabupaten PPU sebagai instansi yang punya kewenangan merilis data stunting, baru berhasil mencatat sebanyak 471 balita stunting yang sudah terdata baik name dan adress, jadi ada kurang lebih 1200 balita yang belum terdata, asumsinya ada sekian balita yang tidak mengunjungi Posyandu, sehingaa luput dari pengukuran dan penimbangan.

“Untuk Kabupaten PPU ini tingkat kedatangan keluarga balita yang melakukan penimbangan ke Posyandu hanya berkisar 40 persen, jadi masih ada 60 persen keluarga balita kita yang tidak datang ke Posyandu, nah untuk itulah saya berpesan melalui ibu-ibu kader posyandu, kader KB dan ibu-ibu memiliki balita yang hadir di undangan untuk mengajak ibu-ibu hamil, tolong tetangganya diajak untuk segera datang ke Posyandu, supaya bisa dilakukan pengecekan, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balitanya supaya sejak dini stunting bisa antisipasi dan bisa dicegah, sehingga bayi-bayi yang lahir nanti tidak lagi terdampak stunting,” ujarnya (humas8/Helena)

About admin

Kasi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kab. Penajam Paser Utara

View all posts by admin →