Penajam, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemkominfo) Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Dialog Bantuan Sosial (BPNT/PKH) dalam Rangka Intervensi Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting, Rabu (11/9) di aula lantai 1 Sekretariat Pemkab (Setkab) PPU guna mendukung salah satu fokus prioritas Rencana Kerja Pemerintah Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yaitu pembangunan manusia melalui pengurangan dan pengentasan kemiskinan, di hadiri Asissten 3 Pemkab PPU Alimudin, Kepala Dinas Kominfo PPU Budi Santoso, turut hadir juga koordinator Wilayah PKH Kalimantan Timur 1 Bidang Linjamsos, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Ketua PERSAGI PPU, perwakilan Graduasi Mandiri KPM PPU, dan Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Ditjen IKP Kemenkominfo Sarjono.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud melalui Asisten III Setkab PPU Alimuddin dalam sambutannya mengatakan Kemiskinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi gizi buruk dan stunting. Oleh karena itu, untuk mengurangi permasalahan kemiskinan tersebut, pemerintah telah menetapkan berbagai Program Pembangunan Manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar yang menjadi salah satu dari empat Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019.

“Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik pada hari ini adalah untuk mendiseminasikan informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah tersebut, termasuk program-program pengentasan kemiskinan kepada khalayak sasaran yang terkait langsung dengan program strategis nasional dalam hal Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Periode 2018-2024,” kata Alimuddin.

Hal ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan bagi khalayak sasaran sepertinya halnya para penerima bantuan sosial dari program pengentasan kemiskinan mengenai Stunting dan cara pencegahannya.

Stunting sendiri merupakan sebuah masalah kesehatan dimana seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuhnya, sehingga gagal memiliki tinggi yang ideal pada usianya.
Secara garis besar, masalah kesehatan ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi penting dalam tubuh, seperti lemak, karbohidrat dan protein.

“Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Permasalahan stunting pada anak dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai pada periode 1.000 hari pertama kehidupan,”lanjutnya.

Dikatakan Alimuddin periode 1.000 hari pertama kehidupan ini merupakan periode yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi.Untuk itu, upaya penurunan kasus stunting ini harus segera dilaksanakan. Selama ini, Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan juga tidak henti-hentinya menghimbau dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar kebutuhan gizi dan kualitas makanan bagi anggota keluarga dapat terpenuhi dengan baik.

“Dengan adanya kegiatan Forum Dialog yang dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo ini, sehingga Saya benar-benar berharap, kasus stunting di Kabupaten PPU tidak akan terjadi lagi. Sesuai dengan targetnya pada 2021, PPU harus zero stunting, dengan harapan masyarakat PPU menjadi sehat, cerdas dan kreatif, sehingga bisa bersama-sama mewujudkan visi serta cita-cita kita bersama membangun PPU yang lebih baik, lebih maju, lebih modern dan lebih religius,”pungkasnya.

Untuk diketahui acara ini selain di hadiri Asissten 3 Pemkab PPU Alimudin, Kepala Dinas Kominfo PPU Budi Santoso, turut hadir juga koordinator Wilayah PKH Kalimantan Timur 1 Bidang Linjamsos
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Ketua PERSAGI PPU, perwakilan Graduasi Mandiri KPM PPU, dan Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Ditjen IKP Kemenkominfo Sarjono. (Helena)

About admin

Kasi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kab. Penajam Paser Utara

View all posts by admin →