Dana Baznas PPU Rp 4 Miliar di Tahun 2017

Penajam, Dana yang dikumpulkan oleh Badan Amil  Zakat Nasional Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini dilaporkan mencapai kurang lebih Rp 4 Miliar di Tahun 2017, tahun akan datang belum bisa diprediksi Baznas akan berhasil mengumpulkan berapa, jika perekonomian membaik dan banyak orang yang berkelebihan maka akan banyak orang yang mengeluarkan zakat hartanya, hal ini diungkap Bupati PPU H Yusran  Aspar saat menghadiri Sosialisasi Gerakan PPU Berzakat di Aula lantai 3 Kantor PPU Senin (4/6)

“Jika kita simak betul-betul paparan tentang zakat maka zakat itu bayak manfaatnya bagi kita, disatu sisi kita bangga karena Baznas Kabupaten PPU mendapatkan penilaian terbaik kelima  se Indonesia, kendati demikian masih banyak yang tidak puas bahkan mengkritisi, kemudian mencari celah dan mengada-ada, jika sudah disepakati dan ditetapkan berapa besaran zakat fitrah atau zakat lainnya maka masyarakat PPU diminta tidak mengutak atik lagi,” tandas Yusran.

Masyarakat PPU tambah Yusran patut bersyukur karena bisa sampai pada Ramadan tahun ini dan patut bersyukur jika melihat kebawah masih banyak yang tarap kehidupannya dibawah sejahtera, semua itu patut disyukuri karena syukur itu dilakukan bukan hanya dalam keadaan senang saja bahkan syukur iut juga di lakukan dalam keadaan susah agar bisa instrospeksi diri, semua harus  disyukuri bahwa ini adalah ujian.

Seperti  yang di laporkan oleh pengurus Baznas Kabupaen PPU bahwa tahaun 2017, Baznas PPU menargetkan pada capaian pengumpulan zakat pada angka Rp 5 miliar, namun hal ini belum bisa tercapai, meski demikian Bupati PPU H Yusran Aspar apresiasi atas kinerja Baznas yang telah beruapaya untuk menumbuhkan minat bagi masyarakat untuk mengeluarkan zakat hartanya, untuk itu Bupati Yusran Aspar menganjurkan kepada masyarakat agar membayarkan zakat kepada lembaga yang jelas seperti Baznas Kabupaten PPU, dari pada membayarkan zakat pada pihak-pihak lain ditakutkan akan terjadi tumpang tindih, sedangkan Baznas mempunyai data yang lengkap siapa yang menyerahkan zakat dan siapa yang menerima.

“Silahkan kepada Baznas secara profesional menyalurkan zakat kepada yang lebih berhak, tidak usah lagi kita mundur kebelakang, jika dulu kita membayar kan zakat kepada guru mengaji dan pengurus masjid, silahkan kepada pengurus masjid namun kepada Badan Pengurus Baznas, kedepannya harapan kita mudah-mudahan bisa menggugah karyawan perusahaan, dan masyarakat yang mempunyai kelebihan hartanya utnuk membayarkan zakat hartanya kepada   Baznas,” tambah Yusran.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten PPU menambahkan bahwa upaya Baznas selama ini adalah upaya menuntaskan kemiskinan di segala aspek kehidupan, meskipun seluruh pengurus melaporkan bahwa untuk pergerakan Baznas masih tertatih-tatih lantaran keterbatasan pembiayaan, semoga yang telah dicita-citakan oleh Pemerintah Kabupaten PPU kedepannya Baznas akan mempunyai andil yang besar untuk masa akan datang, dan mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik dan lebih baik lagi

Pada kesempatan yang sama  Ketua Baznas Kabupaten PPU H Solihin Ilham mengatakan bahwa gerakan memebayar zakat adalah merupakan gerakan nasional yang telah dicanangkan mulai dari Baznas Pusat, Provinsi dan Baznas Kabupaten, seluruh Indonesia, untuk tingkat pusat dicanangkan pada tanggl 24 Mei lalu dihadiri Presiden, tingkat provinsi pada 31 Mei yang lalu dihadiri Gubernur, alhamdulillah pada saatnya acara yang sama kata dia juga dilaksanakan di kabupaten PPU

Gerakan Berzakat tmanya sama di seluruh Indonesian yaitu Keteladanan Pemimpin Muslim Indonesia Dalam Berzakat, harapan kita adalah bisa memberikan pengaruh di level pimpinan mulai tingkat atas hingga level paling bawah, semoga masyarakat di PPU ini bisa membayar zakat di Baznas yang akhirnya semakin banyak penerima manfaat yang bisa kita bantu sehingga akan membawa keberkahan bagi kita semua,” harap H Solihin (Helena/humas8)